BORNEONEWS, Palangka Raya - Usai melaksanakan musyawarah di hari pertama, hari kedua kegiatan Forum Pimpinan Pascasarjana atau Forpimpas Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri atau BKS-PTN Wilayah Barat masa bhakti 2024-2026 pada Rabu, 4 Desember 2024 adalah melaksanakan lawatan Muhibah ke University Technology Malaysia atau UTM di Johor Bahru untuk penandatanganan Perjanjian Kerjasama atau Letter of Intent antara Program Pascasarjana/Sekolah Pascasarjana.
"Lawatan ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama akademik dan penelitian antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia dan Malaysia," kata Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau PKM, Prof Rahmawaty kepada Borneonews.
Sementara itu, Dean of Sekolah Pascasarjana UTM, Prof Madya Dr Noor Hazarina binti Hashim, menerima kunjungan tersebut dengan hangat. Dalam sambutannya, Prof Noor Hazarina menyampaikan harapannya agar kerjasama ini dapat membantu pihak tamu dalam pengurusan pelajar pascasarjana dan perkara lain yang berkaitan di institusi.
"Kami berharap kerjasama ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kedua belah pihak," ujarnya.
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama ini diharapkan dapat membuka peluang baru dalam bidang akademik dan penelitian.
"Kerjasama ini akan memungkinkan pertukaran pengetahuan dan sumber daya antara kedua institusi," tambah Prof Hazarina.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Selain itu, lawatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia dan Malaysia.
"Kami sangat senang dapat menerima kunjungan dari rekan-rekan di Indonesia dan berharap kerjasama ini dapat terus berkembang," katanya.
Ia berharap kerjasama ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan akademik di kedua negara.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi institusi pendidikan tinggi lainnya untuk menjalin kerjasama internasional.
"Kami berharap kerjasama ini dapat menjadi contoh bagi institusi lain untuk menjalin kemitraan yang saling menguntungkan," ujar Prof Hazarina.
Ia mengajak semua pihak untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi melalui kerjasama internasional.
Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kualitas pendidikan dan penelitian di kedua institusi dapat meningkat.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian melalui kerjasama internasional," tutup Prof Hazarina. (TESTI PRISCILLA/H)









