PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Statistik merupakan pondasi penting dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pengambilan kebijakan pembangunan. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik telah menegaskan pentingnya pengelolaan data statistik yang terintegrasi dan berkualitas.

"Statistik yang akurat dan terpercaya sangat krusial untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat," ujar Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti dalam kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral 2024 pada Rabu, 4 Desember 2024 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BPSDM Kalteng.

Meski demikian, lanjut Agnes, pihaknya masih menghadapi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan statistik sektoral di daerah. Tantangan tersebut meliputi duplikasi data, perbedaan definisi dan metodologi, hingga kurangnya integrasi antar instansi.

"Tantangan-tantangan ini perlu segera diatasi untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan dapat diandalkan," tambah Agnes.

Ia menekankan bahwa data yang tidak akurat dapat menghambat proses perencanaan dan evaluasi pembangunan.

Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi yang baik di antara semua pihak, termasuk BPS dan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD, menjadi sangat penting.

"Kerjasama yang baik antara BPS dan OPD akan menghasilkan data yang akurat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan," jelas Agnes.

Ia berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk meningkatkan kualitas data statistik sektoral.
Agnes juga menyoroti pentingnya pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi penyelenggara statistik sektoral.

"Pelatihan yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan bahwa penyelenggara statistik memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan," katanya.

Dengan pelatihan yang baik, diharapkan kualitas data statistik sektoral dapat terus ditingkatkan. Selain itu, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi atau TIK juga dapat membantu dalam pengelolaan data statistik.

"Pemanfaatan TIK dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data statistik," ujar Agnes.

Ia mengajak semua pihak untuk memanfaatkan teknologi dalam penyelenggaraan statistik sektoral. Dengan adanya koordinasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi yang baik, diharapkan kualitas data statistik sektoral di Provinsi Kalimantan Tengah dapat terus ditingkatkan. (TESTI PRISCILLA/H)