BORNEONEWS, Muara Teweh – Pj Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis, mengungkapkan bahwa stunting menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional Indonesia. Pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan prevalensi stunting dari 24,4% pada 2021 menjadi 14% pada 2024.
"Stunting telah menjadi isu prioritas nasional dalam RPJMN 2020-2024. Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14% pada 2024," kata Muhlis saat membuka rapat tim percepatan penurunan stunting atau rembuk stunting tingkat Kabupaten Barito Utara di Aula Setda Barito Utara, Rabu, 4 Desember 2024.
Muhlis menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara telah melaksanakan berbagai program untuk mempercepat penurunan stunting sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Salah satu langkah pentingnya adalah pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa.
"Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan serta Perlindungan Anak (Disdalduk KBP3A) telah memberikan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada keluarga berisiko stunting di wilayah Barito Utara," ujarnya.
Muhlis menambahkan bahwa pada tahun ini, bantuan PMT telah dialokasikan untuk 111 anak yang terindikasi mengalami stunting. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung percepatan penurunan stunting di daerah tersebut.
Selaras dengan program strategis nasional, ia juga mendorong partisipasi masyarakat untuk mendukung program makan bergizi gratis di sekolah, yang bertujuan memastikan anak-anak memperoleh gizi yang optimal dan terhindar dari stunting.
"Tujuan utamanya adalah menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan unggul, mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045," tambahnya.
Muhlis menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor dan kolaborasi antara seluruh pihak terkait untuk keberhasilan program ini.
"Penurunan angka stunting di Barito Utara dari 28,3% pada 2021 menjadi 15,3% di 2023 menunjukkan kemajuan signifikan," katanya.
Untuk itu, pelaksanaan program penurunan stunting harus dilakukan secara konvergen, melibatkan berbagai pihak yang kompeten dengan pemahaman yang sama mengenai tugas dan fungsi mereka masing-masing. (RAMADHANI/H)









