PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memiliki tugas dan wewenang dalam bidang pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra.

Dalam kaitan itu, Badan Bahasa senantiasa memfasilitasi berbagai upaya dalam rangka pelaksanaan tugas dan wewenang tersebut, termasuk upaya pembinaan literasi baca tulis masyarakat melalui Gerakan Literasi Nasional atau GLN.

"Sebagai salah satu unit utama Kemendikbudristek, Badan Bahasa turut menjadi bagian penting dalam gerakan tersebut, antara lain dengan menyusun dan menerbitkan buku-buku cerita anak," ujar Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Palangka Raya, Alifiah Nurachmana saat menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Teknik Penulisan Cerita Anak yang dilaksanakan di Aula Parawei, Balai Bahasa Kalteng.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari Ikatan Duta Bahasa atau Ikadubas Kalteng dan Pegawai Balai Bahasa Kalteng. Ada tiga narasumber dalam kegiatan ini yaitu Dosen Bahasa Inggris IAIN Palangka Raya, Rabiatul Adawiyah yang menyampaikan materi Proses Kreatif Penulisan Cerita Anak, Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPR, Dapy Fajar Rahardjo yang membawakan materi Unsur Intrinsik dalam Penulisan Cerita Anak, serta Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPR, Alifiah Nurachmana yang menyampaikan materi Penyuntingan dan pembacaan akhir dalam penulisan cerita anak.

Alifiah melanjutkan, untuk mendukung tugas tersebut, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra melakukan penyusunan sebuah pedoman penyuntingan naskah cerita anak. Hal ini penting dilakukan karena selama ini pedoman atau panduan penyuntingan yang ditemukan masih terbatas untuk keperluan penyuntingan secara umum.

"Pedoman ini bertujuan untuk memberikan panduan kerja dalam kegiatan penyuntingan naskah cerita, khususnya cerita anak, agar tugas para penyunting dapat lebih efektif," jelas Alifiah.

Buku pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan bagi para penyunting naskah cerita anak dalam melaksanakan tugasnya. Penyusunan pedoman ini tidak terlepas dari kerja keras tim penyusun di Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional atau KKLP Pembinaan dan Bahasa Hukum.

"Semoga buku pedoman yang saya sampaikan kepada para peserta ini memberikan manfaat dan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya, khususnya dalam hal penyuntingan naskah cerita anak,," tambah Alifiah.

Alifiah juga menekankan pentingnya pedoman ini dalam mendukung upaya pembinaan literasi baca tulis masyarakat.

"Dengan adanya pedoman ini, diharapkan kualitas penyuntingan naskah cerita anak dapat meningkat, sehingga menghasilkan karya-karya yang lebih baik dan bermanfaat bagi anak-anak," ujarnya.

Ia berharap pedoman ini dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional. Selain itu, Alifiah mengajak semua pihak untuk memanfaatkan pedoman ini dalam kegiatan penyuntingan mereka. (TESTI PRISCILLA/H)