SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi Golkar DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Abdul Kadir menegaskan pentingnya kajian komprehensif dalam rencana pembangunan Rumah Sakit Rehabilitasi Narkoba di daerah tersebut.

Hal ini menjadi perhatian utama mengingat tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Kotim yang membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah.

Ia menyoroti, hingga saat ini fasilitas khusus untuk rehabilitasi pengguna narkoba di Kotim belum tersedia.

Kondisi ini menyebabkan banyak pengguna tidak mendapatkan penanganan yang memadai, sehingga memperburuk dampak sosial dan kesehatan di masyarakat.

"Oleh karena itu, Fraksi Golkar mendukung penuh inisiatif pendirian Rumah Sakit Rehabilitasi Narkoba sebagai langkah strategis dalam menangani masalah ini," kata Abdul Kadir, Kamis, 5 Desember 2024.

Namun, pembangunan fasilitas tersebut dinilai harus melalui kajian mendalam dari berbagai aspek. Kajian ini mencakup kebutuhan fasilitas di Kotim, lokasi, serta keberlanjutan operasionalnya.

Abdul Kadir juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan lembaga swasta dalam penyediaan sumber daya manusia yang kompeten.

Selain itu, Fraksi Golkar mengusulkan penguatan program pencegahan narkoba di tingkat masyarakat sebagai langkah preventif.

Program ini diharapkan dapat mengurangi angka penyalahgunaan narkoba melalui edukasi, kampanye kesadaran, dan pengawasan di lingkungan yang rawan.

Dengan pendekatan yang terencana dan kolaborasi yang baik, Fraksi Golkar optimis bahwa pendirian Rumah Sakit Rehabilitasi Narkoba dapat memberikan solusi efektif dalam menangani permasalahan narkoba di Kotim sekaligus memberikan harapan baru bagi para pengguna untuk pulih dan kembali produktif di masyarakat. (DEWI PATMALASARI/R)