PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Meskipun debit air banjir di Kelurahan Langkai, Palangka Raya, mulai menurun, Lurah Sriwanti tetap aktif memantau kondisi warganya yang terdampak.  Bersama Babinsa, ia rutin turun ke lapangan untuk memastikan keamanan dan memantau perkembangan situasi.

Kelurahan Langkai merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir di Palangka Raya, menempati posisi kedua setelah Kelurahan Pahandut.  Kondisi geografisnya yang berupa dataran rendah membuat wilayah ini rentan terhadap genangan air saat curah hujan tinggi.

Lurah Sriwanti menjelaskan bahwa meskipun debit air telah berkurang, peninjauan bersama pihak terkait tetap dilakukan secara intensif untuk meminimalisir dampak banjir terhadap masyarakat.

"Jumlah warga terdampak banjir di Kelurahan Langkai saat ini mencapai 2.341 jiwa dengan 689 Kepala Keluarga terdampak. Adapun 661 rumah terdampak," ungkap Lurah Sriwanti, Kamis,  5 Desember 2024.

Meskipun halaman rumah mereka terendam, sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing.  Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan tiga posko pengungsian bagi warga yang membutuhkan.

Kebutuhan mendesak warga terdampak saat ini adalah bantuan makanan, terutama bagi mereka yang tidak dapat bekerja akibat banjir, dan obat-obatan untuk para lansia.

"Diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat segera menyalurkan bantuan guna meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah tahunan ini," harap Lurah Sriwanti. (PATHUR/j)