BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sengkon, menegaskan pentingnya pengawasan dan perlindungan habitat ikan lokal, seperti sungai, danau, dan rawa, untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan di wilayah Katingan dan Gunung Mas.
Ia menyoroti bahwa habitat alami ini menghadapi berbagai ancaman, termasuk pencemaran, alih fungsi lahan, dan aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.
Menurut Sengkon, ikan lokal memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang tinggi, serta menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada sektor perikanan.
Sengkon mencontohi ikan lokal yakni Ikan haruan, baung, papuyu, jelawat, lais, riyu, seluang dan lainnya.
"Untuk itu, saya meminta pemerintah daerah setempat untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak habitat ikan lokal, seperti limbah industri, penebangan hutan di sekitar kawasan perairan, dan penggunaan alat tangkap ikan yang merusak," mintanya, Kamis, 5 Desember 2024.
Sengkon juga mendorong penetapan kawasan konservasi di wilayah-wilayah yang menjadi habitat utama ikan lokal, guna melindungi spesies ikan dari ancaman eksternal dan memastikan ekosistem tetap terjaga.
"Saya juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam pelestarian habitat ikan lokal melalui edukasi tentang pentingnya menjaga sungai, danau, dan rawa dari kerusakan," ajaknya.
Selain itu, Sengkon menegaskan perlunya penerapan sanksi tegas terhadap pelanggaran, seperti penggunaan bahan kimia atau alat tangkap ilegal yang merusak habitat perairan.
"Ikan lokal adalah bagian dari kekayaan hayati Kalimantan Tengah yang harus kita lindungi bersama. Dengan menjaga habitatnya, kita tidak hanya melestarikan ekosistem tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal," tegas Sengkon.
Ia berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat bekerja sama dalam merancang kebijakan yang berfokus pada perlindungan habitat ikan lokal serta mengintegrasikannya dengan agenda pembangunan berkelanjutan. (MARINI/j)









