SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), M Abadi, menekankan pentingnya perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah ini untuk memberi dampak positif bagi masyarakat setempat. Dalam pandangannya, sektor perkebunan ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menghadirkan tantangan yang perlu diatasi untuk kesejahteraan masyarakat.

Perkebunan kelapa sawit di Kotim memberikan kontribusi yang signifikan dalam membuka kesempatan kerja bagi penduduk setempat. Lapangan kerja ini mencakup posisi di sektor perkebunan itu sendiri dan berbagai sektor pendukung seperti transportasi, logistik, dan layanan lokal. Selain itu, keberadaan perkebunan kelapa sawit turut mempermudah akses jalan menuju desa-desa terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau, sehingga meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas bagi masyarakat.

Namun, meskipun sektor ini membawa manfaat ada tantangan serius yang dihadapi oleh sebagian masyarakat. Salah satu isu utama adalah penjualan tanah oleh warga kepada perusahaan perkebunan. Menurut Abadi, tindakan ini menyebabkan sejumlah warga kesulitan mencari sumber penghidupan baru, terutama ketika mereka kehilangan lahan yang sebelumnya menjadi mata pencaharian utama.

“Saya khawatir, dampak negatifnya adalah banyak masyarakat yang telah menjual habis tanah mereka. Akibatnya, mereka kesulitan mencari sumber penghidupan baru setelah tanah mereka beralih ke pihak perusahaan,” ujar Abadi, Kamis, 5 Desember 2024.

Untuk menghindari dampak negatif lebih lanjut dan memastikan manfaat bagi masyarakat lokal, Abadi menekankan pentingnya implementasi program plasma oleh perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit. Program plasma, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk terlibat dalam pengelolaan perkebunan, diharapkan dapat menciptakan simbiosis mutualisme yang menguntungkan kedua belah pihak.

--page

“Saya berharap perusahaan perkebunan dapat merealisasikan plasma dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga dapat ikut merasakan manfaat dari hasil perkebunan,” tambahnya.

Program plasma diyakini mampu mengintegrasikan masyarakat lokal ke dalam rantai nilai industri kelapa sawit, sehingga meningkatkan kesejahteraan mereka. Melalui kolaborasi yang konstruktif antara perusahaan dan masyarakat, diharapkan dampak positif dari sektor ini dapat dirasakan secara menyeluruh, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan sosial di Kotim. (DEWI PATMALASARI/Y)