BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan atau Ditjenbun, Kementerian Pertanian, telah mengumumkan seleksi lembaga penyelenggara untuk Program Pengembangan Sumber Daya Manusia atau SDM Perkebunan Kelapa Sawit tahun 2025.
"Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, kemandirian, dan daya saing para pekerja di sektor perkebunan kelapa sawit," kata Direktur Penyaluran Dana BPDPKS, Mohammad Alfansyah dalam keterangan resminya pada Kamis, 5 Desember 2024.
Program Pengembangan SDM ini juga berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, manajerial, dan kewirausahaan para peserta.
"BPDPKS berharap melalui program ini, para pekerja di sektor perkebunan kelapa sawit dapat lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks dan kompetitif," jelasnya Alfansyah.
Calon lembaga penyelenggara yang berminat dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan sosialisasi program ini. Pendaftaran dapat dilakukan melalui email ke dit4bpdpsawit@bpdp.or.id. Informasi lebih lanjut mengenai program ini akan disampaikan melalui kanal resmi BPDPKS di www.bpdp.or.id.
--page
"BPDPKS menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan dalam menyukseskan program ini," jelasnya.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang signifikan bagi sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
"Selain itu, BPDPKS juga mengajak para calon lembaga penyelenggara untuk mempersiapkan proposal yang komprehensif dan inovatif. Proposal tersebut harus mencakup rencana pelatihan yang detail dan sesuai dengan kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit saat ini," katanya.
Untuk informasi lebih lanjut, calon lembaga penyelenggara dapat menghubungi narahubung yang telah ditunjuk, yaitu Lucki Bagus di nomor 0856 270 6065 dan Rangga Rahmananda di nomor 0811 862 280. BPDPKS berharap program ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan SDM di sektor perkebunan kelapa sawit. (TESTI PRISCILLA/Y)









