BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS kembali menggelar acara sosialisasi seleksi calon lembaga penyelenggara program pengembangan SDM kelapa sawit untuk tahun 2025.
Acara ini dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri oleh 250 peserta yang terdiri dari perwakilan lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, asosiasi pekebun, dan pihak-pihak terkait lainnya yang memiliki perhatian pada peningkatan kompetensi SDM di sektor sawit.
Acara sosialisasi dibuka oleh Direktur Penyaluran Dana BPDPKS, Mohammad Alfansyah. Dalam sambutannya, Alfansyah menyampaikan bahwa pengembangan SDM merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri kelapa sawit Indonesia.
"Penguatan SDM melalui pelatihan dan beasiswa dianggap sebagai kunci untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri ini di tingkat global," kata Alfansyah dalam keterangan resminya pada Kamis, 5 Desember 2024.
Pada tahun 2024, lanjutnya, BPDPKS telah memberikan dampak signifikan melalui program beasiswa yang meluluskan 3.960 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
"Selain itu, BPDPKS juga telah memberikan pelatihan bagi 6.437 pekebun melalui kerjasama dengan lembaga pelatihan. Hal ini menunjukkan komitmen BPDPKS dalam meningkatkan kualitas SDM di sektor kelapa sawit," terangnya.
Acara sosialisasi ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan program pengembangan SDM kelapa sawit tahun 2025. BPDPKS berharap melalui program ini, semakin banyak lembaga pendidikan dan pelatihan yang dapat berpartisipasi dalam meningkatkan kompetensi SDM di sektor kelapa sawit. Dengan demikian, industri kelapa sawit Indonesia dapat terus berkembang dan bersaing di pasar global.
BPDPKS menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam pelaksanaan program pengembangan SDM ini. Kerjasama antara lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, asosiasi pekebun, dan pihak-pihak terkait lainnya diharapkan dapat menciptakan SDM yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di industri kelapa sawit.
"Melalui sosialisasi ini, BPDPKS berharap dapat terus mendorong peningkatan kualitas SDM di sektor kelapa sawit. Dengan SDM yang berkualitas, industri kelapa sawit Indonesia diharapkan dapat mencapai produktivitas yang lebih tinggi dan daya saing yang lebih kuat di tingkat global," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









