PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mengingatkan potensi inflasi dari bahan makanan strategis (volatile food).

“Laju inflasi Provinsi Kalteng dari tahun ke tahun masih sangat dipengaruhi oleh kelompok bahan makanan strategis,” ungkapnya saat saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Aula Hotel Best Western Palangka Raya, baru baru ini.

Yuas mengakui meskipun harga-harga masih relatif cukup terkendali, tetapi ada beberapa yang masih menjadi perhatian pemerintah.

“Diantaranya produk-produk yang tergantung oleh musiman, dimana Kalteng masih mengandalkan pasokan dari luar daerah,” tuturnya.

Ia mengungkapkan hingga akhir November 2024, harga sebagian besar bahan makanan menunjukkan stabil, kecuali komoditas bawang merah, bawang putih, dan daging ayam ras yang menunjukkan kenaikan harga dan rawan terjadi tekanan inflasi.

Lebih lanjut, situasi terkait peningkatan beberapa harga bahan pokok tersebut akan menjadi perhatian dan terus dijaga agar tidak naik, supaya tetap stabil harganya hingga Natal dan Tahun Baru 2025, maupun ke depannya. (HERMAWAN DP/H)