BORNEONEWS, Palangka Raya - Eva Lizarmi dari Direktorat Perlindungan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan atau Ditjenbun menjadi salah satu pemapar utama dalam acara sosialisasi seleksi calon lembaga penyelenggara program pengembangan SDM kelapa sawit untuk tahun 2025 oleh BPDPKS dan Ditjenbun.
Acara ini dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri oleh 250 peserta yang terdiri dari perwakilan lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, asosiasi pekebun, dan pihak-pihak terkait lainnya yang memiliki perhatian pada peningkatan kompetensi SDM di sektor sawit.
"Ditjenbun mengumumkan bahwa pelaksanaan pelatihan pada tahun 2025 akan dilaksanakan di 17 provinsi di Indonesia. Pelatihan ini akan mengikuti Rekomendasi Teknis yang telah disampaikan oleh Dirjenbun kepada BPDPKS. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit.
"Selain pelatihan, program pendidikan juga menjadi fokus utama dengan target 4.000 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia," jelasnya.
Program pendidikan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih mendalam kepada para peserta, sehingga mereka dapat berkontribusi lebih efektif dalam industri perkebunan. Proses seleksi peserta untuk program pendidikan ini akan dilakukan oleh Ditjen Perkebunan.
Sementara itu, BPDPKS diberi tugas untuk menetapkan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Lembaga-lembaga ini akan dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang memastikan mereka memiliki kapasitas dan kompetensi yang diperlukan untuk menyelenggarakan program-program tersebut. Proses seleksi lembaga penyelenggara ini akan dilakukan secara transparan dan akuntabel.
"Calon peserta program, baik untuk pelatihan maupun pendidikan, akan diusulkan dan diseleksi oleh Ditjen Perkebunan," jelas Eva.
Proses ini menurutnya akan melibatkan berbagai tahapan seleksi untuk memastikan bahwa peserta yang terpilih adalah mereka yang benar-benar memenuhi kriteria dan memiliki potensi untuk berkembang. Seleksi ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa program ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi industri perkebunan.
"Pelaksanaan program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi industri perkebunan di Indonesia," katanya lagi.
Dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, produktivitas dan daya saing industri perkebunan, khususnya kelapa sawit, diharapkan dapat meningkat. Program ini juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan industri perkebunan di Indonesia.
Secara keseluruhan, program pelatihan dan pendidikan yang akan dilaksanakan pada tahun 2025 ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat industri perkebunan di Indonesia. Dengan dukungan dari BPDPKS dan Ditjen Perkebunan, program ini diharapkan dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor perkebunan. (TESTI PRISCILLA/H)









