PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Program Pelayanan BPDPKS, Arfie Thahar, menyampaikan bahwa waktu penyampaian proposal oleh lembaga penyelenggara Pengembangan SDM PKS diberikan selama kurang lebih 1 bulan sampai dengan 17 Januari 2025.

"Hal ini memberikan waktu yang cukup bagi lembaga untuk mempersiapkan proposal mereka dengan baik," kata Arfie dalam acara sosialisasi seleksi calon lembaga penyelenggara program pengembangan SDM kelapa sawit untuk tahun 2025 oleh BPDPKS dan Ditjenbun.

Acara ini dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri oleh 250 peserta yang terdiri dari perwakilan lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, asosiasi pekebun, dan pihak-pihak terkait lainnya yang memiliki perhatian pada peningkatan kompetensi SDM di sektor sawit.

"BPDPKS selanjutnya akan melakukan seleksi administrasi dan seleksi substansi," tuturnya dalam keterangan resmi pada Kamis, 5 Desember 2024.

Seleksi ini dilakukan bersama dengan Komite Pengembangan SDM PKS yang dibentuk oleh BPDPKS. Proses seleksi ini bertujuan untuk memastikan bahwa proposal yang diterima memenuhi standar yang telah ditetapkan.

"Kriteria yang menjadi penilaian proposal lembaga pendidikan lebih diutamakan pada kompetensi tenaga pendidik dan kurikulum kelapa sawit yang dimiliki oleh lembaga pendidikan. Kompetensi tenaga pendidik sangat penting untuk memastikan kualitas pendidikan yang diberikan," jelas Arfie.

Selain itu, lanjutnya, kurikulum kelapa sawit yang dimiliki oleh lembaga pendidikan juga menjadi faktor penilaian utama. Kurikulum yang baik akan memastikan bahwa peserta didik mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan industri kelapa sawit.

"Untuk lembaga pelatihan, kriteria yang diutamakan adalah kompetensi tenaga pengajar dan sarana prasarana yang dimiliki oleh lembaga pelatihan. Kompetensi tenaga pengajar sangat penting untuk memastikan bahwa pelatihan yang diberikan berkualitas tinggi," tuturnya.

Sarana prasarana yang dimiliki oleh lembaga pelatihan, termasuk kerjasama dengan perusahaan/industri kelapa sawit untuk kegiatan praktek lapang, juga menjadi faktor penilaian. Kerjasama ini akan memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi peserta pelatihan.(TESTI PRISCILLA/H)