PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Melalui sosialisasi seleksi calon lembaga penyelenggara program pengembangan SDM kelapa sawit untuk tahun 2025 oleh BPDPKS dan Ditjenbun baru-baru ini, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS berharap semakin banyak lembaga pendidikan dan pelatihan yang bersedia untuk bekerja sama di tahun 2025 mendatang.

"Hingga tahun 2024, BPDPKS telah berhasil menjalin kerja sama dengan 24 lembaga pendidikan dan 15 lembaga pelatihan. Kerja sama ini diharapkan dapat terus meningkat seiring dengan bertambahnya target penerima manfaat pengembangan sumber daya manusia (SDM) pada tahun 2025," kata Direktur Penyaluran Dana BPDPKS, Mohammad Alfansyah dalam keterangan resminya pada Kamis, 5 Desember 2024.

BPDPKS menekankan bahwa kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan merupakan kunci penting dalam pelaksanaan pengembangan SDM. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan program pengembangan SDM dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

"Hal ini penting untuk mencapai tujuan pengembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan memiliki daya saing global," katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Program Pelayanan BPDPKS, Arfie Thahar menuturkan bahwa pada tahun 2025, BPDPKS menargetkan peningkatan jumlah penerima manfaat dari program pengembangan SDM. Untuk mencapai target ini, BPDPKS akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang terlibat dalam industri kelapa sawit.

"BPDPKS juga berkomitmen untuk memastikan bahwa program pengembangan SDM dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi industri kelapa sawit," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Arfie, BPDPKS akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap program yang ada. Hal ini dilakukan agar program pengembangan SDM dapat selalu relevan dengan kebutuhan industri dan mampu menghadapi tantangan global.

Selain itu, BPDPKS akan terus mengadakan sosialisasi dan seleksi calon lembaga penyelenggara program pengembangan SDM.

"Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi lembaga pendidikan dan pelatihan dalam program pengembangan SDM. Dengan semakin banyaknya lembaga yang terlibat, diharapkan program ini dapat berjalan lebih efektif dan efisien," tuturnya.

Secara keseluruhan, BPDPKS berharap bahwa melalui kerja sama yang kuat dengan lembaga pendidikan dan pelatihan, program pengembangan SDM dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi industri kelapa sawit. Dengan SDM yang berkualitas, industri kelapa sawit Indonesia diharapkan dapat terus berkembang dan bersaing di tingkat global. (TESTI PRISCILLA/H)