BORNEONEWS, Sampit - Hujan terus mengguyur Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) termasuk di Kecamatan Tualan Hulu dalam beberapa hari terakhir. Meski cuaca berpotensi menimbulkan banjir di beberapa wilayah, Camat Tualan Hulu Admadisastra menyatakan bahwa sejumlah desa rawan banjir di wilayahnya tetap aman tahun ini.
"Memang ada desa di tempat kami yang tergenang tapi tidak seberapa dan kadang-kadang debit airnya turun. Dan kami bersyukur dari daerah potensi kebencanaan saat Pilkada kemarin tempat kami diantisipasi," katanya, Jumat, 6 Desember 2024.
Sejauh ini meski di sejumlah kecamatan telah terdampak banjir namun di wilayah dapat dikatakan aman sekalipun pada tahun-tahun lalu Kecamatan Tualan Hulu yang merupakan salah satu wilayah Utara Kotim ini masuk daerah rawan banjir.
Beberapa desa yang biasa rawan banjir di Kecamatan Tualan Hulu yaitu Tanjung Jorong, Luwuk Sampun, Merah dan Sebungsu.
"Hanya titik-titik tertentu saja yang airnya naik, tapinceoat surut juga. Jadi aman saja tempat kami tahun ini. Kami terus mengimbau warga waspada banjir. Kami memiliki Tualan Online yang di dalamnya ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sehingga bisa memberikan informasi cepat dan akurat terkait kebencanaan, sehingga masyarakat kami bisa terus mengantisipasi bencana banjir," terangnya.
Sebelumnya diketahui, BPBD Kotim mengingatkan waspada terhadap bencana banjir terutama untuk wilayah utara Kotim pada Desember terutama Natal dan tahun baru 2025.
"Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memberi peringatan dini terutama di Bulan Desember 2024, pada Natal dan Tahun Baru dimungkinkan akan terjadi hujan lebat, " kata Kepala BPBD Kotim, Multazam K. Anwar.
Pada akhir tahun 2024 sampai awal tahun 2024 hujan lebat akan mengguyur khususnya di Kabupaten Kotim. Sehingga wilayah yang selama ini dinilai rawan banjir seperti Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai, Tualan Hulu, Mentaya Hulu, Parenggean dan Kota Besi diminta untuk waspada.
"Berdasarkan kajian resiko bencana kalau, hujan dengan intensitas tinggi tentu wilayah utara yang harus waspadai. Dan beberapa daerah di Indonesia bahkan terjadi angin puting beliung pada waktu tersebut. Kami mendapat informasi di daerah Sulawesi terdapat pohon yang tumbang, " ujarnya. (DEVIANA/j)









