PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Plt. Camat Kotawaringin Lama, Yudha P Kusuma, berharap penanganan banjir yang kerap melanda Desa Rungun dan Kondang dapat segera terealisasi. Saat banjir tiba, kedua desa tersebut sering kali terisolir akibat luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamandau.

"Banjir yang terjadi di Desa Rungun dan Kondang bukan hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga memutus akses jalan desa. Hal ini menyebabkan kedua desa menjadi terisolir," ujar Yudha P Kusuma, Jumat, 6 Desember 2024.

Yudha mengapresiasi rencana Dinas PUPR Kobar yang akan melaksanakan pembangunan untuk mengatasi masalah ini. Meski banjir tidak sepenuhnya dapat dihindari, ia berharap pembangunan penimbunan jalan desa dapat meminimalkan dampak isolasi.

"Harapan kami, badan jalan utama ditinggikan agar tidak terendam saat DAS Lamandau meluap. Selama ini, genangan air sering kali memutus akses dan menyulitkan aktivitas warga," tambah Yudha.

Menurut Yudha, banjir berdampak signifikan pada warga di Kecamatan Kotawaringin Lama. Sebanyak 406 KK terdampak di Desa Rungun, 190 KK di Desa Kondang, dan 89 KK atau 280 jiwa di Kelurahan Kotawaringin Hilir. Untuk menuju desa terdampak, pihaknya bahkan harus menggunakan perahu akibat jalan yang terendam.

"Kami sudah meninjau langsung lokasi banjir. Saat ini, genangan air mulai surut, namun dengan curah hujan yang masih tinggi, kami mengimbau warga untuk tetap waspada," jelasnya.

Sementara itu, Camat Arut Selatan, Indra Wardana, melaporkan kondisi banjir di wilayahnya. Beberapa rumah di Kelurahan Raja Seberang, Sidorejo, dan Mendawai Seberang mulai tergenang air. Ia meminta aparat desa dan kelurahan untuk memantau situasi dan melaporkan jika terjadi kenaikan air lebih lanjut.

"Kami juga mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai. Tumpukan sampah dapat menyumbat aliran air dan memperburuk banjir," tegas Indra Wardana.

Penanganan banjir ini diharapkan dapat segera terlaksana agar dampak terhadap warga dapat diminimalkan, terutama dalam mempermudah akses dan mengurangi isolasi saat banjir melanda. (DANANG/J)