BORNEONEWS, Palangka Raya – Rapat Pleno Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng di Hotel Aquarius pada Minggu, 8 Desember 2024 akan dijaga ketat oleh 1.119 personel aparat gabungan dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pengamanan berlapis akan diterapkan, termasuk pengalihan arus lalu lintas dan penutupan jalan menggunakan kawat berduri. Jalan Imam Bonjol di depan Hotel Aquarius hingga Bundaran Besar akan ditutup untuk mencegah gangguan selama rapat pleno berlangsung.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Djoko Poerwanto, melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji, menyatakan bahwa pengamanan juga diperketat di kantor KPU Kalteng dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalteng.
"Sebanyak 969 personel dari Polda Kalteng, 50 personel dari Polresta Palangka Raya, dan 100 personel dari Korem 102 Panju Panjung akan terlibat dalam operasi pengamanan," kata Erlan, Jumat, 6 Desember 2024.
Satuan Brimob, Ditsamapta, dan Ditpamobvit juga dikerahkan. Sterilisasi lokasi akan dilakukan sebelum rapat pleno dimulai.
Polda Kalteng dan Korem 102 Panju Panjung berkomitmen untuk memastikan perhitungan suara tingkat provinsi berjalan aman, lancar, dan terkendali. Deteksi dini akan dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Kepolisian mengimbau masyarakat dan simpatisan pasangan calon untuk menjaga kondusifitas Kalimantan Tengah pasca Pilkada serentak 2024, dengan menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
"Polda Kalteng mengajak semua pihak untuk menerima hasil rapat pleno," pungkasnya. (PATHUR/j)









