BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) ke RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas pada Jumat, 6 Desember 2024.
Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung layanan Kanker Jantung Stroke Uronefrologi (KJSU) dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tahun 2024 melalui Program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN).
Kunjungan yang berlangsung di Aula RSUD Kapuas, Jalan Tambun Bungai No. 16, ini dipimpin oleh Hosen Pasaribu selaku Analis Kebijakan Ahli Muda bersama anggota tim lainnya, yaitu Yandrawan sebagai pranata arsiparis, Riani Febri dan Nailina Farah selaku Anggota PMU SIHREN IsDB.
Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, dr. Agus Waluyo didampingi jajaran direksi dan tenaga kesehatan, menyambut langsung tim Kemenkes RI. Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Jum'atil Fajar.
"Monitoring dan evaluasi yang berjalan lancar ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan alat kesehatan untuk layanan KJSU dan KIA melalui Program SIHREN," kata dr Agus.
--page
Dengan terealisasinya program ini, layanan kesehatan di RSUD Kapuas diharapkan dapat semakin maju, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat Kabupaten Kapuas.
Adapun agenda kegiatan diawali dengan pemaparan profil RSUD oleh dr. Agus Waluyo. Selanjutnya, Tim Monev Kemenkes RI menyampaikan overview program, tujuan kegiatan, serta instrumen monev yang akan digunakan.
Setelah itu, dilakukan peninjauan langsung ke beberapa lokasi di RSUD, termasuk ruang CT Scan dan Mammography, untuk mengevaluasi kesiapan fasilitas yang akan mendukung alokasi alat kesehatan tahun 2024.
Setelah peninjauan, diskusi lanjutan digelar di aula manajemen RSUD Kapuas. Dalam diskusi tersebut, dibahas progres kesiapan RSUD Kapuas untuk menerima alokasi alat CT Scan dan Mammography.
Tim menemukan bahwa kondisi sarana dan prasarana sudah cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa aspek pendukung, seperti daya kelistrikan dan sarana air, yang perlu disesuaikan dengan spesifikasi alat. (DODI/y)









