BORNEONEWS, Palangka Raya - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menerjunkan 1.119 personel untuk mengamankan jalannya pleno penghitungan suara Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng tingkat provinsi dipastikan dalam keadaan ketat.
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji di Palangka Raya, Jumat mengatakan, sebanyak 1.119 personel yang dilibatkan terdiri dari Polda Kalteng 969 personel, TNI 100 personel dan Polresta Palangka Raya 50 personel.
"Selain itu kepolisian juga menerjunkan tim khusus dari Brimob Polda Kalteng, tim Jihandak dan Gegana Polda, termasuk tim K-9. Aparat juga menerapkan setiap pemeriksaan bertahap, pemeriksaan di ring satu, dua, tiga dan empat, sehingga pihak tidak berkepentingan tidak masuk sembarangan" kata Erlan Munaji.
Dia juga menuturkan, penjagaan ketat tersebut bentuk komitmen dari kepolisian bersama TNI untuk menciptakan kamtibmas berjalan lancar, sekaligus mendukung pleno tingkat provinsi dilaksanakan dalam kondisi aman, terkendali dan sesuai aturan berlaku.
"Kami terjunkan ribuan personel untuk menjaga sejumlah ring yang telah ditentukan," kata Erlan.
Perwira berpangkat melati itu menekankan, pihaknya juga melaksanakan deteksi dini gangguan dalam proses pleno nantinya. Dengan melaksanakan sterilisasi lokasi pembacaan pleno, yakni tim jihandak dan Gegana Polda Kalteng melaksanakan pemeriksaan seluruh ruangan.
Selain itu, tamu atau pihak yang berada di sekitar lokasi, terlebih yang mengikuti pleno akan dilakukan pemeriksaan intensif, baik barang bawaan dan lainnya.
"Kami tidak ingin ada riak-riak ataupun gangguan kamtibmas. Maka dari itu kami lebih mendeteksi dini gangguan-gangguan terlebih dahulu," bebernya.
Erlan menambahkan, dalam pengamanan, selain menerjunkan personel berpakaian Polri, juga menerjunkan tim Polri bersenjata lengkap dalam pengamanan, sehingga benar-benar keamanan terjaga dengan baik.
”Kami fokus, karena kami juga melaksanakan pengamanan di kantor KPU dan Bawaslu diperketat barikade,” bebernya.
Ditambahkan Erlan, kepada para pendukung paslon juga ditekankan menjaga Kamtibmas dalam perhitungan suara provinsi. Sekaligus meminta untuk tidak membawa massa, sebab dikhawatirkan terjadi hal-hal tak diinginkan.
”Pada intinya semua tetap jaga kamtibmas dan jangan membawa massa. Ada aturan dalam prosedur hukum jika mengajukan keberatan,” ungkap Erlan.
Dia menambahkan, secara umum, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Kalteng berjalan aman dan nyaman, berkat partisipasi masyarakat membantu menciptakan suasana kondusif.
Tahapan berikutnya yaitu sidang pleno penetapan dan pelantikan paslon terpilih tetap menjadi perhatian khusus bagi TNI dan Polri mengawal demokrasi ini sampai tuntas.
"Kami pastikan netralitas TNI-Polri tetap terjaga dengan menjunjung tinggi profesionalisme, tidak berpihak dan melakukan kegiatan politik praktis dalam setiap tahapan Pilkada 2024," demikian Kabid Humas Polda Kalteng.
ANTARA









