BORNEONEWS, Palangka Raya – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Gunung Mas menjadi korban penipuan dan ancaman oleh seseorang yang mengaku sebagai polisi.
Korban yang disebut NG (41), menceritakan pengalamannya kepada Ipda Shamsuddin, Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng, yang lebih dikenal sebagai Cak Sam.
NG berkenalan dengan pelaku melalui akun Facebook palsu. Pelaku menggunakan foto profil seorang polisi dan mengaku bertugas di Jogja.
Setelah bertukar nomor WhatsApp, pelaku merayu NG untuk melakukan video call sex (VCS) sebanyak dua kali, yang ternyata direkam oleh pelaku tanpa sepengetahuan NG.
"Keesokan harinya, pelaku menghubungi NG dan mengaku terjaring razia Provost. Pelaku mengklaim bahwa video VCS tersebut ditemukan di ponselnya dan meminta sejumlah uang untuk menutupi kasus tersebut agar tidak diproses lebih lanjut dan tidak diberitakan media, pelaku juga mengancam akan menyebarkan video tersebut jika NG tidak memberikan uang," ungkap NG kepada Cak Sam, Sabtu, 7 Desember 2024.
Cak Sam kemudian melakukan profiling akun Facebook pelaku dan menemukan bahwa akun tersebut palsu.
Setelah memberikan peringatan keras kepada pelaku, pelaku akhirnya mengurungkan niatnya untuk menyebarkan video dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Atas kejadian ini, Cak Sam mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam berinteraksi di media sosial, khususnya dalam melakukan VCS dengan orang yang baru dikenal.
"Ia mengingatkan bahwa VCS dapat direkam dan digunakan sebagai alat pemerasan atau ancaman," pungkasnya. (PATHUR/R)









