BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran meminta peran organisasi masyarakat Dayak lebih dipertegas dan nyata untuk sinergitas membantu tercapainya visi misi membangun daerah. Antara lain berkiprah mengamankan potensi pendapatan asli daerah (PAD) Kalteng.
Ia meminta dewan adat dayak (DAD), termasuk barisan pertahanan masyarakat adat Dayak (Batamad) dan Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak), merazia perusahaan baik perkebunan maupun pertambangan yang masih saja mengoperasionalkan kendaraan dengan plat Non-KH dalam waktu lima bulan ke depan. Pasalnya, Gubernur Sugianto sudah memberi warning agar paling lambat enam bulan semua plat kendaraan perusahaan harus sudah berplat KH.
“Gubernur sudah memberikan waktu selama enam bulan agar mengalihkan plat kendaraannya menjadi KH, dan itu sudah ada kesepakatannya. Nah, kalau masih bandel, DAD dan batamad-nya harus tampil membantu gubernur untuk merazia perusahaan yang bandel. Ini demi mengamankan pajak daerah yang banhyak bocor keluar,” kata Sugianto Berapi-api saat memberikan sambuan Musda II DAD Kalteng, Sabtu (10/9/2016).
“Masuk ke perusahaan dan cari mereka (kendaraan) dan amankan. Bawa saja, halaman istana gubernur masih luas untuk menampung truk-truk itu. Kalau masih kurang luas, halaman Mapolda dan Makorem masih ada. Kita ajari mereka menghargai kita, sebab mereka makan minum dan berusaha di sini tapi bayar pajaknya untuk daerah lain,” tegasnya.
Mantan Ketua DAD Kotawaringin Barat ini pun menginginkan, agar organisasi dayak berkiprah nyata dengan menempatkan Musda sebagai wahana mengkaji dan mendiskusikan serta merumuskan rekomendasi dan strategi kepada pemerintah di semua lini, agar dipecahkan bersama.
“MADN dan DAD serta sayap lainnya, merupakan modal sosial yang penting. Karena itu pererat kerjasama dengan pemerintah sehingga dicapai sinergitas. Kuncinya itu. Jangan melihat perbedaannya, asal ras dan agama tapi sesama orang Dayak harus bersatu,” katanya. (ROZIKIN/m)








