BORNEONEWS, Sampit - Penikmat kuliner seafood di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, harga ikan laut, khususnya udang, mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan setempat.
Masnah, salah satu pedagang ikan di Pasar Samuda,Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) mengungkapkan bahwa harga udang melambung tinggi.
"Harga udang sekarang naik dari biasanya. Udang sedang dijual dengan ukuran sedang Rp 70.000 per kilogram, sedangkan yang kecil Rp 35.000 per kilogram. Harga ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya," ucapnya, Sabtu, 7 Desember 2024.
Kenaikan harga ini disebabkan oleh cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Kotim. Akibatnya, para nelayan tidak berani melaut.
"Cuaca buruk membuat nelayan takut melaut, sehingga stok udang di pasaran terbatas," ujar Masnah.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) cuaca ekstrem terjadi di bulan Desember 2024. Update per 7 Desember 2024 menunjukkan gelombang cukup tinggi mencapai 0,5-1,25 meter. Sedangkan kecepatan angin 6-9 m/s, suhu permukaan laut 31 derajat Celcius dan kecepatan arus 0,10-0,45 m/s.
Kondisi ini membuat nelayan sulit menangkap ikan khususnya bagi mereka yang menggunakan kapal kecil. Akibatnya, stok udang di pasaran semakin menipis, sementara permintaan tetap tinggi.
Kenaikan harga udang ini menjadi pukulan bagi para pedagang dan konsumen. Pedagang kesulitan mendapatkan stok udang, sementara konsumen harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli udang.
"Kami berharap kondisi cuaca ekstrem ini segera berakhir agar nelayan dapat kembali melaut dan pasokan udang di pasar kembali stabil," harapnya. (DEVIANA/j)









