BORNEONEWS, Nanga Bulik - Seluruh umat islam di penjuru dunia merayakan peringatan Hari Idul Adha 1437 Hijriyaah, termasuk ribuan umat islam yang ada di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
Karenanya tak heran jika pada Senin (12/9/2016) pagi, atau 10 Dzulhijjah 1437 H, umat Islam berbondong-bondong tampak turut serta melaksanakan salat Idul Adha di masjid-masjid di daerahnya masing-masing.
Sementara itu, seperti di Masjid Jami Nurul Muqarabah, Jalan Batu Batanggui, Nanga Bulik, Ustadz Kasful Anwar, yang bertugas menjadi khatib, mengajak sekaligus memberi pesan agar umat islam dapat menyerap dan mengambil i'tibar dari perjalanan nabi Ibrahim dan nabi Ismail AS, tentang makna berqurban.
Khatib menyampaikan, ada sangat banyak pesan yang disampaikan dari perjalanan nabi ibrahim dan nabi ismail AS. Antara lain, ketaatan yang luar biasa disaat Allah memberi ujian yang maha dahsyat.
"Tak heran jika kisah perjalanan keduanya kemudian disyariatkan dan dilanjutkan oleh nabi akhir zaman nabi Muhammad SAW untuk ditiru oleh umatnya saat ini," sebutnya.
Lebih dari itu, Kasful Anwar, juga menggarisbawahi tentang tauladan yang harus dicontoh umat islam dari perjalanan Ibrahim dan Ismail. Diantanya adalah penanaman tentang nilai-nilai pengorbanan serta keikhlasan.
Kedua nilai tersebut dinilai akan selalu relevan untuk diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, kedua nilai tersebut mengandung makna sosiologis yang mampu memutus rantai kesenjangan sosial di tengah masyarakat.
"Jika nilai pengornanan dan keikhlasan tumbuh subur di dalam hati umat islam, Si kaya tidak akan angkuh dengan kekayaannya, karena dirinya paham betul bahwa hartanya adalah titipan tuhan dan ada hak orang lain disana, si miskin akan merasa terlindungi dan tidak akan takut untuk mengarungi hidup, karena kaya ataupun miskin sama-sama merupakan cobaan dari Allah SWT," tukasnya. (HENDI NURFALAH/m)








