SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, mengatakan bahwa Pemkab Kotim akan mengalokasikan anggaran insentif untuk para pendeta sebagai bagian dari program peningkatan toleransi dan dukungan terhadap pendidikan moral masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada perbedaan perlakuan antara pendeta dan guru mengaji, mengingat keduanya memiliki peran penting dalam membina akhlak dan budi pekerti anak-anak.

"Saya informasikan juga untuk insentif guru mengaji kita lanjutkan terus dan akan kita kembangkan. Kemarin untuk toleransi umat beragama kita juga menganggarkan para pendeta supaya tidak ada perbedaan pendeta pun kita beri insentif sama seperti guru mengaji," kata Halikinnor, Minggu, 8 Desember 2024.

Pemberian insentif ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada para pemuka agama yang berperan besar dalam pembentukan karakter generasi muda. Ia menegaskan pendidikan moral bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah dan pemuka agama.

"Para guru agama, baik guru mengaji, pendeta, pastor, maupun tokoh agama lainnya, memiliki peran sentral dalam membangun akhlak generasi muda. Pemerintah bertugas menyediakan sarana dan prasarana, sedangkan pembentukan karakter adalah tugas para ahli agama ini," tambahnya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kotim dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut. Dengan memberikan insentif yang setara kepada pendeta dan guru mengaji, diharapkan rasa keadilan dan persatuan semakin kuat di tengah masyarakat.

--page

Selain itu, Halikinnor menegaskan bahwa program ini akan terus dianggarkan dalam APBD Kotim ke depan. Pemerintah berupaya menjaga konsistensi pelaksanaan program ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan moral dan spiritual di daerah. (DEWI PATMALASARI/Y)