BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kontes tanaman anggur dalam pot digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Minggu, 8 Desember 2024. Kontes ini bagian dalam upaya mendorong pengembangan budidaya anggur lokal.
Dalam kegiatan yang digelar di Taman Kota Manis, kawasan Bundaran Pancasila, Pangkalan Bun, diikuti oleh 22 peserta dengan total 37 pohon anggur yang dipamerkan.
Kegiatan tersebut merupakan inisiatif Dinas Pertanian Kabupaten Kobar yang bekerja sama dengan Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia (Aspai) Kobar. Kontes ini bertujuan untuk meningkatkan semangat para penggiat dan penikmat tanaman anggur di Kobar, sekaligus mendorong budidaya anggur lokal.
Pj Bupati Kobar, Budi Santosa, dalam sambutannya mengapresiasi acara ini dan berharap budidaya anggur dapat lebih berkembang di Kobar.
“Kontes ini jangan hanya fokus pada tanaman anggur dalam pot saja. Saya ingin anggur ini juga tumbuh subur di pekarangan rumah kita. Bila budidaya ini berkembang pesat, tidak menutup kemungkinan Pangkalan Bun dapat dijuluki sebagai Kota Anggur,” jelas Pj Bupati.
--page
Budi juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Aspai untuk mencapai keberhasilan budidaya anggur di daerah ini.
“Sinergi dengan Aspai sangat penting. Namun, kita jangan hanya bangga menjadi tempat belajar budidaya anggur, karena biasanya guru kalah dengan muridnya,” tambahnya.
Kepala Dinas Pertanian Kobar, Kris Budi Hastuti, mengungkapkan bahwa sebagian besar anggur yang ada di Pangkalan Bun saat ini berasal dari luar daerah.
“Padahal tanaman anggur memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kobar. Pemerintah menargetkan penurunan 20 persen ketergantungan terhadap anggur impor, baik dari luar negeri maupun daerah lain. Salah satu caranya adalah dengan menanam anggur di halaman rumah masing-masing,” jelas Kris Budi Hastuti
Kris Budi Hastuti juga menyebutkan bahwa budidaya anggur menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menunjang ketahanan pangan di Kobar.
“Ketahanan pangan tidak hanya soal padi, tapi juga mencakup buah-buahan. Anggur adalah salah satu komoditas yang akan kita budidayakan bersama di Kobar. Dengan demikian, cita-cita untuk mengurangi angka impor anggur dapat tercapai,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/Y)









