BORNEONEWS, Palangka Raya – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah bahan pokok di Pasar Kahayan, Palangka Raya, mengalami fluktuasi. Meskipun sebagian besar komoditas masih stabil, beberapa barang penting mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
Kenaikan harga ini menjadi perhatian pedagang dan konsumen menjelang hari raya.
Siti Rodiah, salah satu pedagang di Pasar Kahayan, mengungkapkan kenaikan paling mencolok terjadi pada bawang merah dan minyak goreng. Harga bawang merah meroket dari kisaran Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram menjadi Rp48.000 per kilogram.
Sementara itu, harga minyak goreng bervariasi antara Rp17.000 hingga Rp29.000 per liter, naik dari harga sebelumnya yang berkisar Rp14.000 hingga Rp18.000 per liter. Perbedaan harga tergantung merek produk.
Gula pasir juga mengalami kenaikan, dari harga normal Rp16.000 per kilogram menjadi Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram. Berbeda dengan komoditas tersebut, harga beras dan telur relatif stabil.
"Sedangkan harga beras masih berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp19.000 per kilogram, sementara harga telur berkisar Rp55.000 hingga Rp60.000 per sak," ungkap Rodiah, Minggu, 8 Desember 2024.
Menariknya, harga ayam potong dan daging sapi justru mengalami penurunan. Harga ayam potong turun menjadi Rp34.000 per kilogram dari Rp37.000 per kilogram dalam dua hari terakhir. Demikian pula dengan harga daging sapi yang turun dari Rp135.000 per kilogram menjadi Rp131.000 per kilogram.
Siti Rodiah menambahkan bahwa fluktuasi harga saat ini belum memperhitungkan rencana kenaikan pajak. Ia memprediksi akan ada perubahan harga lebih lanjut jika rencana kenaikan pajak tersebut benar-benar diterapkan.
Kondisi harga bahan pokok di Pasar Kahayan menjelang Nataru masih terpantau relatif stabil, kecuali untuk bawang merah dan minyak goreng.
"Potensi kenaikan harga lebih lanjut perlu diwaspadai seiring dengan rencana kenaikan pajak tersebut," pungkasnya. (PATHUR/H)









