PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau dr Pande Putu Gina menghimbau kepada masyarakat, Agara waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama pada anak-anak.

"Anak yang terkena demam berdarah bisa mengalami perdarahan spontan. Hal ini membuat kulit terlihat mudah memar, gusinya berdarah, mimisan. Selain itu, perdarahan juga bisa membuat anak mengalami BAB berdarah, muntah disertai darah. Ini juga termasuk tanda bahaya yang perlu diwaspadai," kata Pande, Minggu 8 Desember 2024. 

Setelah 2-5 hari demam, jelas Pande akan muncul bintik-bintik merah di kulit. Karakteristiknya tidak timbul dan tidak gatal, juga tidak hilang ketika diusap sambil ditekan. Kondisi ini disebut dengan flushing. Bintik merah gejala DBD pada anak umumnya muncul di wajah, punggung tangan dan punggung kaki, lalu menyebar ke lengan, tungkai, dada maupun bagian tubuh lainnya.

Gejala lainnya demam yang disertai muntah-muntah, 3 kali dalam waktu 24 jam, disertai dengan sakit perut yang hebat dan jarang buang air kecil, bahkan sama sekali tidak buang air kecil dalam 4-6 jam terakhir. Jarang buang air kecil termasuk tanda bahaya DBD yang perlu diwaspadai.

Dalam 48 jam setelah demam tinggi, panas badan anak biasanya akan kembali turun mendekati suhu tubuh normal sekitar 37 sampai 38. Banyak orang tua yang menganggap demam turun pertanda anak mulai sembuh. Namun, ini justru tanda fase kritis yang berbahaya. 

Pande menegaskan, ketika napas anak terdengar lebih cepat, lebih pendek dan lebih dangkal, ini pertanda DBD sudah masuk fase yang parah. Sulit bernapas terjadi akibat cairan tubuh yang berpindah dari satu bagian tubuh ke paru-paru atau perut. (RETHA/H)