BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 2,21 persen pada November 2024.
Indeks harga konsumen atau IHK untuk kelompok ini meningkat dari 104,10 pada November 2023 menjadi 106,40 pada November 2024.
"Peningkatan ini menunjukkan adanya kenaikan biaya pendidikan di berbagai jenjang," ujar Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Minggu, 8 Desember 2024.
Subkelompok pendidikan lainnya mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu sebesar 5,11 persen.
Sementara itu, subkelompok pendidikan dasar dan anak usia dini mengalami inflasi y-on-y terendah sebesar 0,68 persen.
"Kenaikan biaya pendidikan lainnya lebih signifikan dibandingkan dengan pendidikan dasar dan anak usia dini," tambah Agnes.
Kelompok pendidikan pada November 2024 memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,08 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y antara lain sekolah menengah pertama, akademi/perguruan tinggi, dan bimbingan belajar masing-masing sebesar 0,02 persen.
"Biaya pendidikan menengah dan tinggi serta bimbingan belajar memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap inflasi di sektor pendidikan," jelas Agnes.
Selain itu, taman kanak-kanak dan sekolah menengah atas masing-masing memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,01 persen.
"Meskipun kontribusinya lebih kecil, kenaikan biaya di tingkat taman kanak-kanak dan sekolah menengah atas tetap berpengaruh terhadap inflasi keseluruhan di sektor pendidikan," kata Agnes.
Namun, pada November 2024, kelompok pendidikan tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi month-to-month atau m-to-m.
"Ini menunjukkan bahwa kenaikan biaya pendidikan lebih terasa dalam jangka waktu tahunan dibandingkan bulanan," ujar Agnes.
Ia menekankan pentingnya pemantauan biaya pendidikan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Dengan adanya inflasi di sektor pendidikan, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan kenaikan biaya pendidikan.
"Kami berharap upaya ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam mengakses pendidikan yang berkualitas," tutur Agnes Widiastuti.(TESTI PRISCILLA/H)









