BORNEONEWS, Barito Selatan - Kelotok membawa 43 penumpang bertabrakan dengan tongkang di wilayah perairan Desa Tampijak Kecamatan Karau Kuala, Barito Selatan (Barsel). Minggu (11/9/2016) sekitar pukul 11.00 WIB.

Akibat tabrakan tersebut, dua penumpang warga Desa Babai, Kecamatan Karau Kuala, tenggelam. Sampai saat ini kedua korban belum ditemukan.     

Kapolsek Karau Kuala Iptu Dwi Nurcahyo mengatakan kejadian laka lantas air itu terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, tepatnya di Desa Tampijak pada hari Minggu (11/9/2016) sekitar pukul 11.00 WIB siang. 

“Dua dari 43 orang yang menumpangi kelotok atas nama Okta, 32, bersama anaknya Zaelani, 2, tenggelam dan hingga kini masih belum ditemukan,” kata Dwi Nurcahyo kepada Borneonews via telepon selulernya, Senin (12/9/2016). 

Sementara 41 orang warga lainnya, lanjut dia, yang menjadi penumpang kelotok itu sudah dievakuasi. Saat ini korban berada di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Tampijak. 

Berdasarkan keterangan beberapa penumpang, kejadian tersebut bermula ketika 43 warga Desa Babai pada Minggu (11/9/2016) menumpang satu unit kelotok dari Buntok menuju Desa Babai, kecamatan Karau Kuala. 

“Pada saat di perjalanan, tepatnya ditikungan sungai yang berada di wilayah Desa Tampijak, kelotok lepas kendali dan tiba–tiba datang tugboat Republik 32 yang menarik tongkang Tuhup 002 dari arah berlawanan,” bebernya. 

Akibatnya, kelotok yang ditumpangi 43 orang warga Desa Babai itu masuk ke bawah tongkang. Dua orang di antaranya hingga kini belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian. 

Kapolsek Karau Kuala Iptu Dwi Nurcahyo mengungkapkan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Kini Anak Buah kapal (ABK) kapal tugboat Republik 32 yang menarik tongkang Tuhup 002 berada di Mapolres Barito Selatan untuk dimintai keterangan. (URIUTU DJAPER/m)