BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Jumlah kendaraan roda dua yang menggunakan jasa angkut fery penyeberangan tradisional dari Hampatung ke Pasar Kapuas, Kota Kuala Kapuas meningkat drastis Sejak Jumat (9/9/2016) hingga Senin (12/9/2016) sore

.Rata-rata penumpang membawa anak dan istri, serta barang bawaan seperti tas berisi pakaian.

Sebelumnya kapal fery yang digunakan hanya dua buah, namun mulai Minggu (11/9) hingga Senin (12/9) ini, kapal fery bertambah satu. Semuanya beroperasi serentak, sehingga penumpang tak perlu lama menunggu untuk menyeberang.

Untuk melakukan pengawasan terhadap keselamatan penumpang, beberapa petugas dari Satpolair Polres Kapuas maupun Polsek Kapuas Hilir juga melakukan pemantauan.

Kapolres Kapuas AKBP Jukiman Situmrang mengatakan, pengawasan terhadap kapal fery di Hampatung ke Pasar Kapuas, menjelang dan sesudah Hari Idul Adha merupakan pelayanan kepada masyarakat. Pengawasan juga kepada semua fery tradisional yang ada di Kabupaten Kapuas, seperti penyeberangan di Panamas maupun di Mandomai.

Kapolres mngakui semua nakhoda yang menjalankan tugasnya menyeberangkan kendaraan roda dua berjalan aman dan tertib. Apalagi hampir semua kapal fery tradisional kini sudah dilengkapi pelampung maupun jaket keselamatan.

"Ada beberapa di antaranya jaket keselamatan yang ada di kapal fery adalah bantuan dari kami maupun dari Dinas Perhubungan dan Informasi Kapuas," jelas kapolres.

Pantauan di lapangan, tiga kapal fery tradisional masing-masing mampu memuat antara 30-40 unit motor roda dua, plus penumpangnya tampak mondar-mandir. Aktifitas yang sama juga terjadi di fery penyeberangan Panamas maupun Hampatung ke Pasar Sabtu atau di Jalan Kapuas. (DJEMMY NAPOLEON/m)