SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Sukamara, Arif Rahman Hakim berharap semua pihak dapat mendukung pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). 

Pelaksanaan SSGI ini akan memberikan gambaran status gizi balita yang ada di Kabupaten Sukamara.

“Saya juga menghimbau kepada seluruh jajaran dari tingkat desa, kecamatan serta kabupaten untuk mendukung pelaksanaan SSGI yang dilaksanakan selama 40 hari,” harap Arif Rahman Hakim pada saat rapat audit kasus stunting semester II di aula Bappeda Sukamara, Senin, 9 Desember 2024.

Dia menerangkan berdasarkan gambaran status gizi Kabupaten Sukamara menurut SSGI pada 2022 diangka 21,8 persen, mengalami penurunan jika dibanding 2021 diangka 24,7 persen.

“Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Kabupaten Sukamara mengalami kenaikan angka prevalensi stunting menjadi 29,1 persen atau mengalami kenaikan 7,3 persen. Harapannya pada tahun 2024 angka stunting di Kabupaten Sukamara turun lebih signifikan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Arif Rahman Hakim mengingatkan bahwa ada empat kunci yang harus dilakukan dalam penanganan percepatan penurunan stunting, pertama adalah mendeta belita yang mendapatkan PKH dan yang tidak mendapatkan PKH. 

Kemudian memantau balita yang saat pengukuran di bawah garis titik merah dan mendata keluarga yang memiliki balita stunting yang mendapat bantuan pangan non tunai.

“Juga pemberian PMT yang bersumber dari dana DAK Kementerian Kesehatan melalui Puskesmas. Kepala desa harus aktif memantau dana DAK untuk PMT yang dibantu oleh kader PKK, TPK, PLKB,” pesannya.

Selain itu, dalam percepatan penurunan stunting juga bisa dilakukan dengan pemanfaatan Dana Desa secara efektif. (NORHASANAH/R)