BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretaris Daerah (Setda) Kapuas, Vitrianson mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Kebijakan Upah Minimum 2025.
Rakor yang digelar secara daring oleh Kementerian Dalam Negeri ini diikuti melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas pada Senin, 9 Desember 2024.
Rakor tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang kemudian dilanjutkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kegiatan ini juga dihadiri secara daring oleh Panglima TNI Agus Subiyanto, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Perdagangan, sejumlah pimpinan lembaga, para menteri, gubernur, bupati, wali kota, dan undangan lainnya.
"Iya, kita juga turut mengikuti Rakor tersebut yang membahas tentang pengendalian inflasi serta upah minimum pekerja tahun 2025," kata Vitrianson.
Vitrianson menuturkan dari penyampaian Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bahwa tingkat inflasi nasional pada November 2024 tercatat sebesar 1,55 persen. “Angka ini merupakan yang terendah sejak tahun 1945,” ujar Tito.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi potensi inflasi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Tito mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas inflasi di wilayah masing-masing.
Di sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa kenaikan upah minimum tahun 2025 telah ditetapkan sebesar 6,5 persen. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2024 tentang Penetapan Upah Minimum 2025.
“Peraturan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023 tanggal 4 Desember 2024,” jelas Yassierli.
Rakor ini bertujuan untuk memastikan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas inflasi sekaligus menyosialisasikan kebijakan upah minimum yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja di seluruh Indonesia. (DODI/R)









