PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rektor Universitas Sumatera Utara atau USU yang diwakili oleh Wakil Rektor 3, Prof Poppy Anjelisa, menyampaikan bahwa Dies Natalis ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum refleksi dan transformasi bagi Fakultas Kehutanan.

"Ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi kembali apa saja kekurangan yang ada dalam program kerja yang telah dilaksanakan selama setahun ini," ujar Prof Poppy dalam perayaan Dies Natalis Fakultas Kehutanan USU pada Senin, 9 Desember 2024.

Evaluasi tersebut memiliki arti penting untuk dapat meletakkan pijakan yang tepat di dalam pelaksanaan program kerja lanjutan ke depannya.

Dalam kesempatan ini, Prof Poppy juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pimpinan dan civitas akademika Fakultas Kehutanan atas dedikasi dan kontribusinya selama ini.

"Banyak prestasi dan hasil kinerja yang telah dicapai, baik di tingkat nasional maupun internasional, menjadi bukti nyata komitmen fakultas ini dalam mencetak insan kehutanan yang profesional dan berintegritas," tambahnya.

Fakultas Kehutanan USU aktif dalam upaya perlindungan dan pengembangan potensi hutan serta peningkatan sumber daya ekonomi masyarakat yang selaras dengan lingkungan.

--page

Dies Natalis ini juga merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menunjukkan prestasi, kontribusi, serta inovasi yang telah dicapai selama ini. Salah satunya adalah pencapaian yang diraih pada tahun 2024, di mana skor SINTA Prodi Kehutanan yaitu score overall 50.007 dan score 3yr 21.912 menduduki peringkat 1 di lingkungan USU, mengalahkan Prodi Pendidikan Dokter, Agroteknologi, Teknologi Informasi, dan Farmasi. Di tingkat nasional, skor Sinta Prodi Kehutanan USU mampu mengungguli Prodi Kehutanan UGM, UB, Untan, Unmul, Untad, Unila, dan Unhas.

Prof Poppy juga mendorong Fakultas Kehutanan untuk terus meningkatkan kompetensi para dosennya. Saat ini, dosen kehutanan bergelar doktor berjumlah 34 orang dari 44 dosen yang ada, atau 77,3% dari jumlah total dosen seluruhnya, dengan jumlah dosen berjabatan akademik professor sebanyak 10 orang dosen.

"Saya berharap semoga di tahun-tahun mendatang jumlah ini bisa ditingkatkan secara signifikan, sehingga dapat memberikan penguatan dalam peningkatan kualitas pelayanan tridharma fakultas kehutanan," ujarnya.

Prof Poppy mendoakan agar Fakultas Kehutanan terus berkembang dan menjadi garda terdepan dalam upaya pelestarian hutan, serta mampu mencetak lulusan-lulusan yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan global di bidang kehutanan.

"Fakultas Kehutanan USU diharapkan dapat menjadi institusi pendidikan tinggi kehutanan terdepan di Indonesia, leader dalam upaya-upaya konservasi dan pelestarian hutan, serta pemanfaatan sumber daya hutan secara bijaksana demi kesejahteraan rakyat dan keutuhan kawasan hutan di masa mendatang," tambahnya.

--page

Dengan 7 Pusat Unggulan Iptek yang dimiliki, yakni Pusat Studi Iptek Mangrove, Pusat Studi dan Kajian Kehutanan Sumatera JATI, Pusat Kajian Lanskap, Pusat Kajian dan Pengembangan Perhutanan Sosial, Pusat Kajian Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan, Pusat Kajian Pengelolaan Hutan Tropika dan Pusat Unggulan IPTEK Bambu, Fakultas Kehutanan USU optimis dapat memaksimalkan perannya melalui potensi dan sumber daya yang ada.

Fakultas Kehutanan harus bisa menjadi pusat inovasi, tidak hanya dalam pengelolaan sumber daya hutan, tetapi juga dalam menghadapi perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.

"Kita harus melibatkan mahasiswa dalam pengalaman praktis yang relevan dengan perkembangan terbaru di sektor kehutanan, termasuk penerapan teknologi digital dalam pemantauan dan konservasi hutan," jelas Prof Poppy.

Tantangan yang dihadapi oleh Fakultas Kehutanan saat ini sangat kompleks, di mana harus memainkan peran aktif dalam penyusunan kebijakan yang mendukung upaya mitigasi dan adaptasi untuk melindungi ekosistem hutan yang penting bagi keseimbangan ekosistem global.

Perguruan tinggi, khususnya melalui Fakultas Kehutanan, mengambil peran strategis untuk mengedukasi masyarakat agar lebih berwawasan lingkungan.

"Indonesia sebagai salah satu negara mega biodiversity di dunia dikaruniai keanekaragaman hayati serta tingkat keunikan ekologi dan organisme dalam struktur geografi yang sangat tinggi," kata Prof. Poppy. Fakultas Kehutanan dan para alumninya merupakan dukungan yang paling utama untuk menyokong dan mendorong tercapainya tujuan tersebut.

Hadir sebagai keynote speaker, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Bobby Nopandry, yang juga merupakan alumni pertama Fakultas Kehutanan USU. Ada pula sambutan Dekan Fakultas Kehutanan USU, Dr Rudi Hartono, dan sambutan dari Ketua Panitia, Dr Ridwanti Batubara. Selain itu, hadir pula Ketua Program Studi S2 S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Sekolah Pascasarjana USU, Prof Rahmawaty. (TESTI PRSCILLA/Y)