PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan laporan IMF, pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 diprakirakan akan tumbuh stabil dibandingkan tahun 2024, yakni sebesar 3,2 persen. Meskipun demikian, ekonomi global pada tahun 2025 masih akan dibayangi oleh berbagai risiko dan tantangan.

Inflasi global juga terpantau mengalami penurunan karena pelonggaran gangguan pasokan, efek pengetatan kebijakan moneter yang membatasi permintaan, dan normalisasi pasar tenaga kerja.

Di tengah risiko dan tantangan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada tahun 2025 diharapkan dapat tumbuh lebih baik dibandingkan tahun ini. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Ardian Pangestu, menyatakan bahwa kinerja produksi batu bara Kalteng diprakirakan akan tetap tumbuh positif seiring peningkatan target produksi batu bara nasional.

"Sektor pertanian juga diprakirakan akan tetap tumbuh terjaga seiring berakhirnya El-Nino dan pengembangan benih unggulan," ujar Ardian pada Selasa, 10 Desember 2024.
Membaiknya input bahan baku CPO diharapkan mendorong pertumbuhan di sektor industri pengolahan.

"Kami optimis bahwa sektor industri pengolahan akan mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan adanya peningkatan kualitas bahan baku," tambah Ardian.
Hal ini menunjukkan bahwa berbagai sektor di Kalteng memiliki potensi untuk tumbuh lebih baik pada tahun 2025.

Dari sisi inflasi, tekanan inflasi pada tahun 2025 diperkirakan akan lebih tinggi dan mampu mencapai target inflasi nasional 2,5±1 persen yoy.

"Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah dan masih tingginya harga emas sebagai aset safe haven menjadi faktor utama yang mempengaruhi tekanan inflasi," jelas Ardian.

Meskipun demikian, langkah-langkah pengendalian inflasi tetap akan dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Ardian Pangestu juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

"Sinergi antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan," katanya.

Dengan demikian, perekonomian Kalteng diharapkan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dan inklusif.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pertumbuhan ekonomi Kalteng pada tahun 2025 diharapkan dapat mencapai hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami optimis bahwa dengan kerja sama yang baik, Kalteng dapat menghadapi tantangan ekonomi global dan mencapai pertumbuhan yang lebih baik," tutur Ardian Pangestu.(TESTI PRISCILLA/H)