BORNEONEWS, Muara Teweh - Para petani kakao di Desa Batu Raya I dan Batu Raya II sangat memerlukan mesin pengering biji kakao. Ini untuk menggairahkan para petani dalam berkebun.

Henny Roesgiaty Rusli, anggota DPRD Barito Utara saat melakukan kunjungannya ke dua desa tersebut menerangkan, para petani sangat bersemangat dalam berkebun, khususnya petani kakao.

Namun di Desa Batu Raya II, tidak ada alat atau mesin pengering biji kakao untuk menunjang dalam mempercepat pengeringan biji. Para petani harus mengeringkan biji kakao dengan menjemurnya di terik mentari. Ini memakan waktu cukup lama hingga biji kakao kering benar.

“Mesin pengering cuma ada di Desa Batu Raya I dan mesin itu sudah sangat tua. Untuk itu para petani memohon kepada pemerintah daerah untuk dapat membantu pengadaan mesin pengering biji kakao, yang selama ini menunjang sektor ekonomi sebagian masyarakat Desa Batu Raya I dan Batu Raya II,” jelas anggota komisi B ini kepada Borneo News, baru-baru ini.

Menurutnya, dengan hanya mengandalkan terik matahari, di Kabupaten Barito Utara, cuaca sangatlah tidak bisa diprediksi. Hal ini sangat memperlambat pengeringan biji.

“Biasanya untuk menjemur diterik matahari memerlukan waktu seminggu untuk dapat benar-benar kering. Itu pun apabila terus terik setiap hari. Bagaimana kalau saat musim penghujan, bisa memakan waktu setengah bulan untuk dapat kering betul,” terangnya.

Padahal semangat para petani kakao sangatlah tinggi di daerah tersebut. Ini harus ditunjang oleh pemerintah daerah dalam pengembangan pertanian di daerah tersebut. Selain kakao, banyak komoditi lainnya yang tengah dikelola oleh masyarakat di dua desa tersebut seperti pisang, pinang dan peternakan sapi. (RAMADANI/m)