BORNEONEWS, Palangka Raya - Masyarakat Kota Palangka Raya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya akun palsu di Facebook yang mengatasnamakan Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik Persandian (Diskominfo SP) Palangka Raya, Saipullah. Ia meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah tertipu oleh akun-akun tersebut.
Saipullah menekankan pentingnya verifikasi terhadap akun-akun media sosial yang mengklaim sebagai pejabat publik. Masyarakat dihimbau untuk hanya mengikuti akun resmi dan sumber informasi yang terpercaya.
"Informasi yang tidak jelas sumbernya dan berasal dari akun yang tidak terverifikasi sebaiknya diabaikan untuk menghindari potensi penipuan," Selasa, 10 Desember 2024.
Akun-akun palsu ini berpotensi digunakan untuk berbagai macam tindak kejahatan, mulai dari penipuan hingga penyebaran informasi hoaks. Modus operandi yang digunakan pun beragam, mulai dari meminta sejumlah uang hingga menyebarkan tautan berbahaya.
Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat sangatlah penting untuk mencegah menjadi korban kejahatan siber. Diskominfo SP Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap akun mencurigakan yang ditemukan.
Laporan tersebut dapat disampaikan melalui jalur resmi yang telah disediakan oleh pihak berwajib atau melalui media sosial resmi Pemerintah Kota Palangka Raya. Kerjasama masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberantas aktivitas akun-akun palsu ini.
Pihak berwajib juga tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku di balik akun-akun palsu tersebut. Proses hukum akan ditegakkan bagi siapapun yang terbukti melakukan tindakan melawan hukum yang merugikan masyarakat. Langkah tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Masyarakat Palangka Raya diharapkan tetap tenang dan tidak panik. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan setiap akun mencurigakan, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari potensi penipuan dan penyebaran informasi hoaks melalui media sosial.
"Tetaplah bijak dalam menggunakan media sosial dan selalu mengutamakan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya lebih lanjut," pungkasnya. (PATHUR/H)









