PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pencapaian ke arah yang lebih baik tidak akan terlepas dari kualitas akademik para dosen. Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara atau USU telah memiliki 44 orang dosen yang terdiri atas 37 orang dosen tetap PNS, 4 dosen CPNS, dan 3 orang dosen tetap non-PNS.

Pada tahun 2024, jumlah dosen berkualifikasi S3 sebanyak 34 orang dan berkualifikasi S2 sebanyak 10 orang. Sebanyak 36 orang dari dosen tersebut telah memperoleh sertifikasi dosen.

Dalam jabatan akademik, Fakultas Kehutanan USU pada tahun 2023 memiliki 6 orang Guru Besar, dan pada tahun 2024 bertambah 4 orang Guru Besar, sehingga total Guru Besar sebanyak 10 orang. Dosen Fakultas Kehutanan yang berpangkat Lektor Kepala sebanyak 6 orang, berpangkat Lektor 19 orang, berpangkat Asisten Ahli 5 orang, dan tenaga pengajar 4 orang.

"Kami bangga dengan pencapaian ini dan berharap dapat terus meningkatkan kualitas akademik di fakultas," ujar Dekan Fakultas Kehutanan USU, Dr Rudi Hartono pada perayaan Dies Natalis ke-10 Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara, Senin, 9 Desember 2024.

Tenaga kependidikan di Fakultas Kehutanan berjumlah 30 orang dengan rincian 9 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS), 10 orang Pegawai Tetap Non-PNS, dan 11 orang Pegawai Tidak Tetap Non-PNS. Peningkatan kapasitas tenaga kependidikan dilakukan melalui berbagai pelatihan dan workshop.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tenaga kependidikan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik," tambah Dr Rudi.

Beberapa pelatihan yang telah dilakukan antara lain Pelatihan Komunikasi Skill dan Emotional Intelligent pada bulan Mei 2024, Pelatihan TALENTA untuk Tenaga Kependidikan oleh Biro SDM pada bulan Agustus 2024, dan Webinar ASN Agile dan Optimalisasi Kinerja dengan Teknologi AI pada bulan November 2024.

Selain itu, peningkatan kapasitas laboran juga dilakukan melalui pelatihan seperti Pelatihan Drone bagi Laboran KSH pada bulan Agustus 2024 dan Pelatihan Laboran Kimia Berbasis Kompetensi pada bulan September 2024.

Sarana dan prasarana Fakultas Kehutanan setiap tahun bertambah, hal ini karena dukungan seluruh civitas akademika dan besarnya perhatian dari Rektor USU untuk perbaikan dan pengembangan USU. Pada tanggal 23 April 2024, laboratorium Teknologi Hasil Hutan mendapatkan akreditasi ISO 17025 (Kode Akreditasi LP-1933-IDN) sebagai salah satu laboratorium uji tersertifikasi.

"Ini adalah pencapaian besar bagi fakultas kami," kata Dr Rudi.

Pada tahun 2024, dilaksanakan pembangunan sarana dan prasarana di Fakultas Kehutanan yang dapat terlaksana dengan baik. Dana yang dialokasikan oleh Rektor melalui Dana Non-PNBP (refocusing) dan BPPTN-BH untuk membiayai pengembangan sarana dan prasarana Fakultas Kehutanan USU Kampus Kwala Bekala pada tahun 2024 sebesar Rp. 1,8 miliar.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan ini," ujarnya.

Peningkatan sarana dan prasarana ini diharapkan dapat mendukung kegiatan akademik dan penelitian di Fakultas Kehutanan USU.

"Kami berharap dengan adanya peningkatan ini, fakultas kami dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam bidang kehutanan," tambah Dr Rudi.

Dengan berbagai upaya peningkatan kualitas akademik dan sarana prasarana, Fakultas Kehutanan USU berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi dan siap menghadapi tantangan global di bidang kehutanan.  

Hadir membuka kegiatan Rektor Universitas Sumatera Utara atau USU yang diwakili oleh Wakil Rektor 3, Prof Poppy Anjelisa. Selain itu, sebagai keynote speaker, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Bobby Nopandry yang juga merupakan alumni pertama fakultas kehutanan USU. Ada pula sambutan dari Ketua Panitia, Dr Ridwanti Batubara. Selain itu hadir pula Ketua Program Studi S2 S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Sekolah Pascasarjana USU, Prof Rahmawaty. (TESTI PRISCILLA/H)