BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menegaskan keberpihakannya terhadap pemberdayaan masyarakat adat Dayak, khususnya di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai ini. Ia siap berada di garda terdepan jika ditengarai ada upaya pelemahan terhadap organisasi atau kelembagaan masyarakat adat Dayak yang membuat tercerai berainya warga.
Hal itu sebagai bukti dirinya ingin memperjuangkan kesejahteraan Dayak dalam konteks luas. Ia pun mengajak organisasi masyarakat adat Dayak untuk sudah saatnya berpikir besar dan berjangkauan ke depan, bukan meributkan hal yang kecil-kecil. Karena itu semangat persatuan antar warga Dayak harus diwujudkan dan dikokohkan.
“Saya berada paling depan jika ada upaya yang melemahkan persatuan warga Dayak. Saya ingin kita bersatu-padu dan hidup harminis demi kesejahteraan bersama,” kata Sugianto di hadapan tokoh-tokoh adat dayak di rumah betang Hapakat, baru-baru ini.
Ia juga meminta agar sebisa mungkin tokoh melindungi generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan zaman. Pesan Sugianto, agar menghindari dua hal yaitu narkoba dan korupsi.
“Hindari yang namanya Narkoba dan Korupsi. Narkoba itu efeknya merusak generasi muda kita, keturunan kita sebagai penerus dan pewaris daerah ini. Saya sejak dilantik sudah menyatakan perang terhadap penyakit korupsi dan narkoba, sikat bandar serta pengedar narkoba yang ingin merusakan generasi muda,” katanya bersemangat.
Tidak hanya berpesan kepada sesama warga Dayak, Sugianto juga berpesan agar menjaga keharmonisan dengan suku lainnya di tanah Borneo ini. Menurut dia, keragaman harus dijaga sebaik mungkin sehingga tercipta harmonisasi. Ia pun menilai saat ini suasana harmonis sudah terjalin dengan baik sehingga perlu terus dijaga dan dilestarikan sebagai modal utama melaksanakan pembangunan.
“Saya pesan agar kemampuan menjaga keragaman secara harmonis, perlu dijaga. Saat ini sudah cukup baik dan kondusif, saya minta pertahankan hal itu,” ucapnya. (ROZIKIN/m)








