PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Setiap tanggal 25 November sampai dengan 10 Desember, digelar kegiatan sebagai rangkaian dalam memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HKTP). Selanjutnya, ditutup dengan peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. 

Terkait itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3APPKB) Pulang Pisau Ma'ruf Kurkhi berharap, perempuan di Pulpis lebih berdaya. 

"Kami sebagai Dinas yang memiliki fungsi sebagai lembaga pemerintah, melindungi dan memberdayakan perempuan dan berharap, perempuan di Kabupaten Pulang Pisau lebih berdaya dan maju," kata Ma'ruf, Selasa, 9 Desember 2024.

Ma'ruf juga berharap, tidak ada lagi kekerasan yang terjadi terhadap perempuan, baik itu dalam rumah tangga maupun kekerasan seksual terhadap anak perempuan. 

Ma'ruf menjelaskan, dalam konsep pemberdayaan dan perlindungan perempuan, DP3APPKB percaya jika perempuan terlindungi dan diberdayakan, maka anak-anak akan lebih maju dan lebih sehat karena pola didik pertama berada di lingkup keluarga.

--page

"Ibu adalah garda terdepan dalam mendidik anak-anak, jadi ketika perempuan terlindungi dan tidak mendapat kekerasan akan melahirkan pola didik yang baik," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf berpesan, jika menemukan atau menjadi korban kekerasan, jangan segan untuk datang ke kantor DP3APPKB. Setiap kecamatan dan desa sudah dibentuk forum anak daerah, kepanjangan tangan DP3APPKB dalam penanganan kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak. (RETHA/Y)