BORNEONEWS, Palangka Raya - Polemik atas kepastian KONI memberangkatan kontingen dalam ajang PON XIX 2016 ke Bandung belum berujung. Gubernur Kalteng Sugianto Sabran tidak mau gegabah mengambil keputusan dalam keberangkatan atlet yang diharapkan mampu mengharumkan nama daerah tersebut.
Sebab menurut gubernur, jika gegabah dan menabrak aturan dengan memutuskan sepihak oleh eksekutif, maka dipastikan suatu saat akan berimplikasi proses hukum. Sementara saat ini yang memegang kewenangan memutuskan penganggaran ada di tangan DPRD Kalteng. Karena itu, Gubernur Sugianto memilih taat mekanisme dengan cara menunggu undangan pembahasan dari pihak dewan.
“Kan sudah ada mekanismenya, Ya kita kan harus menaati proses itu. Ketika persetujuan anggaran APBDP 2016 itu dbahas dan diketok oleh dewan, ya kita akan lakukan (pencairan). Jadi kita sedang posisi menunggu dari DPRD,” jelas Sugianto, Minggu (11/9/2016) di Rumah Jabatan Istana Isen Mulang.
Terkait informasi yang menyebut pihak DPRD masih berkutat pada dugaan perbedaan angka antara pembahasan terdahulu ketika membahas rencana kegiatan dan anggaran (RKA), Sugianto menyebut pihak Pemprov sudah melakukan perbaikan.
Sementara kenapa harus ada perbaikan, menurut dia, lantaran ada pemangkasan anggaran yang cukup besar dari pemerintah pusat yang memaksa pemprov harus melakukan rasionalisasi belanja daerah, termasuk dalam hal ini belanja untuk dana hibah ke KONI.
Karena itu, terlepas dari permasalahan pencairan anggaran yang masih belum beres hingga kini, selaras dengan rasionalisasi tadi, Sugianto meminta seandainya pun harus memberangkatkan kontingen, KONI juga harus melakukan rasionalisasi dalam segi jumlah. Artinya, kontingen yang berangkat ke Bandung hanya yang betul-betul urgent.
“Karena anggaran tersedia dalam jumlah terbatas, kita minta juga sama-sama merasionalisasi. Ini juga perintah Presiden Joko Widodo. Beliau meminta agar mengencangkan ikat pinggang di tengah rendahnya penerimaan negara/daerah sekarang,” kata gubernur.
Sebelumnya Ketua KONI Kalteng Aries Marcorius Narang sempat menyebut siap melakukan rasinalisasi terhadap jumlah yang berangkat, jika kondisi anggaran memang tidak memungkinkan memberangkatkan total semua kontingen yang direncanakan mencapai 400 orang. Kata Aries, setidaknya 180 orang tetap harus berangkat karena benar-benar atlet. (ROZIKIN/m)








