BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Dalam rangka menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kobar melaksanakan program pasar murah.
Kepala Disperindagkop UKM Kobar, Alfan Khusnaini, menjelaskan bahwa pasar murah ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi yang biasanya terjadi pada momen akhir tahun, sekaligus meringankan beban masyarakat.
"Kegiatan pasar murah ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," ujar Alfan, pada Selasa, 10 Desember 2024.
Pasar murah ini akan dilaksanakan di seluruh enam kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat, dimulai dari Kecamatan Arut Utara. Sebanyak 1.500 paket telah disalurkan di wilayah tersebut. Secara keseluruhan, pemerintah telah menyiapkan 7.984 paket sembako murah untuk masyarakat.
“Masyarakat cukup menebus paket sembako ini seharga Rp 20.000. Satu paket berisi 5 kg beras premium, 2 kg gula pasir, dan 2 liter minyak goreng," jelas Alfan.
--page
Selain itu, pasar murah juga telah dilaksanakan di enam desa dan satu kelurahan dengan total distribusi 1.000 paket sembako.
Menurut Alfan, sebagian besar distribusi paket murah difokuskan pada desa-desa yang terdampak banjir akibat luapan sungai. Hal ini sejalan dengan arahan Pj Bupati Kotawaringin Barat dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana alam.
"Pak Pj Bupati meminta agar pemerintah hadir untuk masyarakat terdampak banjir. Kami diminta turun langsung ke lapangan dan menyalurkan paket sembako murah ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah," kata Alfan.
Ia berharap, program pasar murah ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah tantangan ekonomi dan bencana yang dihadapi.
"Dengan adanya pasar murah ini, kami berharap masyarakat bisa menyambut Natal dan Tahun Baru dengan lebih tenang," pungkasnya. (DANANG/Y)









