PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Barat, Sri Lestari, menegaskan pentingnya langkah kolaboratif untuk menangani abrasi yang terjadi di pesisir Kecamatan Kumai.

Ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat, untuk bersama-sama mencari solusi yang efektif.

"Kita perlu bergotong-royong dalam upaya penanggulangan abrasi. Ini adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dari berbagai elemen, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat," ujar Sri Lestari, Selasa, 10 Desember 2024.

Menurut Sri Lestari, salah satu langkah nyata yang dapat diambil adalah dengan penanaman pohon bakau secara bersama-sama.

Pohon bakau dinilai mampu menjadi pemecah ombak alami yang dapat mengurangi dampak abrasi dalam jangka panjang.

"Dengan adanya pemecah ombak berupa tanaman bakau, dampak abrasi bisa diminimalkan. Selain itu, program pembangunan tanggul pemecah ombak oleh pemerintah juga harus terus dioptimalkan," tambahnya.

Ia menekankan bahwa upaya ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi perlu menjadi program berkelanjutan yang melibatkan lintas sektoral.

Penanaman pohon bakau di sepanjang pesisir Kecamatan Kumai harus segera dimulai sebagai langkah mitigasi dini.

"Penanganan jangka panjang harus dipersiapkan dari sekarang. Penanaman pohon bakau di sepanjang pesisir Kumai adalah langkah strategis yang perlu kita prioritaskan," kata Sri Lestari.

Abrasi di pesisir Kecamatan Kumai diketahui telah mengancam keberlangsungan ekosistem dan infrastruktur di wilayah tersebut. Oleh karena itu, DPRD Kobar berharap kolaborasi lintas sektoral dapat segera diwujudkan untuk mengatasi masalah ini.

"Kita harus bersinergi dan berkomitmen untuk melindungi pesisir kita. Ini bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang keberlanjutan kehidupan masyarakat di pesisir," tutup Sri Lestari.

Dengan adanya upaya gotong-royong ini, diharapkan pesisir Kumai dapat terhindar dari dampak buruk abrasi, sekaligus menjaga ekosistem laut yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat setempat. (DANANG/j)