BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada November 2024, subsektor peternakan di Kalimantan Tengah mengalami penurunan nilai tukar sebesar 0,91 persen.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa penurunan Nilai Tukar Petani Peternakan atau NTPT ini disebabkan oleh penurunan indeks yang diterima petani atau It sebesar 0,67 persen, sementara indeks yang dibayar petani atau Ib justru mengalami kenaikan sebesar 0,23 persen.
Penurunan It pada November 2024 disebabkan oleh penurunan indeks harga pada beberapa kelompok penyusunnya, yakni kelompok ternak besar seperti sapi potong dan kerbau sebesar 1,33 persen, serta kelompok unggas seperti ayam ras pedaging sebesar 0,42 persen.
"Penurunan harga pada kelompok ternak besar dan unggas ini berdampak signifikan terhadap penurunan It," ujar Agnes pada Rabu, 11 Desember 2024.
Sementara itu, kelompok ternak kecil seperti babi dan kelompok hasil ternak seperti telur ayam ras mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,26 persen dan 0,16 persen.
"Kenaikan harga pada kelompok ternak kecil dan hasil ternak ini tidak cukup untuk mengimbangi penurunan pada kelompok ternak besar dan unggas," tambah Agnes.
Kenaikan Ib pada NTPT sebesar 0,23 persen disebabkan oleh kenaikan pada dua indeks penyusunnya, yakni indeks kelompok KRT yang naik 0,31 persen dan kelompok BPPBM sebesar 0,16 persen.
"Kenaikan biaya yang harus dikeluarkan oleh petani untuk kebutuhan rumah tangga dan produksi turut mempengaruhi kenaikan Ib," jelas Agnes.
Agnes Widiastuti menekankan pentingnya pemantauan dan pengendalian harga komoditas peternakan untuk menjaga stabilitas ekonomi petani.
"Kami terus berupaya untuk memantau dan mengendalikan harga komoditas peternakan agar petani dapat tetap sejahtera," ujarnya.
Langkah-langkah strategis akan terus dilakukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh sektor peternakan di Kalimantan Tengah.
Dengan adanya penurunan NTPT, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mendukung petani dalam menghadapi tantangan ini.
"Kami berharap upaya ini dapat membantu meringankan beban petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka," katanya.(TESTI PRISCILLA/R)









