BORNEONEWS, Barito Selatan - Jasad Okta (32), ditemukan mengapung di seberang Pelabuhan Kelurahan Bangkuang, Selasa (13/9/2016) sekitar pukul 07.00 WIB. Sebelumnya, warga Desa Babai, Kecamatan Karau Kuala, Barito Selatan, itu bersama anaknya Zaelani (2), tenggelam terseret arus Sungai Barito, setelah tabrakan kelotok dengan tongkang, di sekitar Desa Tampijak, Minggu (11/9/2016), pukul 11.00 WIB.
Abdulah (43), warga Desa Babai mengatakan, dia bersama Sabrin menemukan jasad Okta. Jasad korban ditemukan mengapung di seberang pelabuhan Kelurahan Bangkuang sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian. Sebelumnya, pihaknya melakukan pencarian bersama BPBD, Polsek dan warga sekitarnya setelah kejadian hingga pukul 21.30 WIB. Namun masih belum ditemukan.
“Pukul 05.20 WIB kita bersama Sabrin mencari menyusur sungai, akhirnya sekitar pukul 07.00 WIB kita berdua menemukan jasad Okta,” kata Abdulah kepada Borneonews via telepon selularnya, Selasa (13/9/2016).
Ia mengungkapkan, setelah penemuan tersebut, dirinya bersama temannya tersebut kangsung melaporkan ke aparat kepolisian polsek Karau Kuala.
Namun, lanjut dia, hingga saat ini anak korban atas nama Zaelani masih belum ditemukan. Meski demikian, pihaknya terus melakukan pencarian.
Sementara itu, Kapolsek Karau Kuala, IPTU Dwi Nurcahyo membenarkan penemuan jasad terapung tersebut. Pihaknya pun langsung menuju tempat ditemukannya jasad tersebut.
“Sebelum membawa jasad korban ke rumah duka, kita membawanya ke Puskesmas Karau Kuala untuk dilakukan visum,” ucap dia.
Saat ini, lanjut dia, pihaknya bersama warga dan BPBD masih melakukan pencariaan terhadap anak korban yang belum ditemukan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Borneonews, jasad korban langsung dikebumikan oleh keluarga pada hari ini juga. (Uriutu Djaper/N).








