SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Jalan yang menghubungkan Desa Camba ke Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menjadi sorotan. Kondisinya yang rusak parah terutama saat musim hujan telah dikeluhkan masyarakat selama puluhan tahun. Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Mariani, mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan penanganan darurat demi memastikan akses warga tetap berjalan.

"Kemarin sudah saya sampaikan kepada Kepala Dinas SDABMBKPRKP, Mentana Dhinar Tistama. Memang ada perbaikan, tetapi rusak lagi. Rencana untuk agregatnya sudah ada, mulai dari ujung Kandan sampai ujung Camba. Tahun 2025 nanti akan dilelang di awal tahun. Namun, untuk kebutuhan mendesak saat ini, pemerintah daerah perlu melakukan penanganan darurat agar masyarakat Desa Camba bisa menggunakan jalan tersebut," kata Mariani, Rabu, 11 Desember 2024.

Jalan tersebut menjadi akses utama bagi warga Desa Camba untuk menuju desa tetangga dan pusat kota. Ketika musim hujan, jalan berubah menjadi genangan lumpur yang sulit dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Mariani, mengatakan peningkatan jalan menggunakan agregatuntuk jalan dari Desa Kandan hingga Desa Camba sudah direncanakan dan akan dilelang awal tahun 2025. Namun, mengingat kondisi darurat saat ini, penanganan sementara seperti penimbunan menggunakan kayu-kayu atau perbaikan ringan harus segera dilakukan.

“Pemerintah harus bertindak cepat, terutama di musim hujan ini. Warga Desa Camba sudah terlalu lama menunggu solusi untuk jalan yang menjadi urat nadi kehidupan mereka,” ujarnya. 

--page

Candra, salah satu warga Desa Camba, mengungkapkan kesulitannya saat melewati jalan tersebut. Kondisi jalan yang demikian bukan hanya dilalui baru-baru ini.

“Saya orang asli Camba. Kalau ingin ke desa tetangga atau ke kota, saya harus melewati jalan ini. Kalau tidak pakai sepatu bot atau membawa baju ganti, pasti habis terkena lumpur. Kami sangat berharap pemerintah daerah benar-benar memperhatikan kondisi kampung kami. Desa ini dekat dengan Sampit dan Kota Besi, tapi akses jalannya seperti berada di dalam hutan,” ujarnya.

Selain mempersulit mobilitas warga, kerusakan jalan juga berdampak pada perekonomian Desa Camba. “Kalau kondisi jalan seperti ini terus, bukan hanya menyulitkan kami untuk aktivitas sehari-hari, tapi juga membuat ekonomi desa terhambat,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)