BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS telah mengumumkan pembukaan kembali Program Grant Riset Sawit atau GRS untuk tahun 2025. Program ini bertujuan untuk mendukung pendanaan penelitian dan pengembangan bagi lembaga penelitian dan pengembangan di Indonesia. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan industri kelapa sawit, serta mendorong penciptaan produk dan pasar baru yang memberikan nilai tambah bagi kelapa sawit.
Dalam pengumuman tersebut, BPDPKS mengundang para peneliti dari berbagai lembaga untuk mengajukan proposal penelitian mereka. Batas waktu pengajuan proposal adalah tanggal 21 Maret 2025.
"Program ini memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi dan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh industri kelapa sawit, pemerintah, serta petani dan masyarakat sawit," kata Kepala Divisi Program Pelayanan BPDPKS, Arfie Thahar pada Rabu, 11 Desember 2024.
Program Grant Riset Sawit ini mencakup berbagai bidang penelitian, termasuk peningkatan ketahanan tanaman terhadap cekaman lingkungan, inovasi pengelolaan perkebunan rendah emisi, dan mitigasi pemanasan global. Selain itu, penelitian juga difokuskan pada pengembangan produk turunan kelapa sawit yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti vitamin E dan magnesium.
"BPDPKS berharap melalui program ini, hasil penelitian yang dihasilkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi industri kelapa sawit Indonesia," katanya.
--page
Dengan adanya dukungan pendanaan ini, diharapkan akan muncul inovasi-inovasi baru yang dapat meningkatkan daya saing industri kelapa sawit di pasar global. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit melalui penerapan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
"Para peneliti yang tertarik untuk berpartisipasi dalam program ini diharapkan dapat mempersiapkan proposal penelitian yang komprehensif dan inovatif. BPDPKS akan melakukan seleksi ketat terhadap proposal yang masuk untuk memastikan bahwa hanya penelitian yang memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat nyata yang akan mendapatkan pendanaan," tuturnya.
Dengan adanya Program Grant Riset Sawit 2025, BPDPKS menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
"Program ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi kemajuan penelitian dan inovasi di bidang kelapa sawit, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/Y)









