KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Dalam edukasi kesehatan yang dilakukan Promkes RSUD Kapuas, dr. Erny Indrawati menjelaskan penyebab dan gejala insomnia secara rinci. 

Menurutnya, insomnia dapat dikategorikan menjadi dua jenis berdasarkan durasinya, yaitu insomnia akut dan insomnia kronis. 

Insomnia akut berlangsung dalam waktu singkat, mulai dari beberapa hari hingga kurang dari satu bulan. 

Penyebab utamanya adalah stres, perubahan rutinitas seperti pindah rumah, jet lag, atau gangguan jadwal tidur akibat kerja shift. 

Sementara itu, insomnia kronis dapat berlangsung lebih dari tiga bulan dan sering terkait dengan gangguan mental seperti depresi, kecemasan, atau penyakit kronis seperti asma, GERD, dan hipertensi.

--page

"Faktor lain yang bisa menyebabkan insomnia adalah konsumsi kafein, nikotin, atau alkohol secara berlebihan, serta kebiasaan buruk seperti menonton televisi atau menggunakan gadget sebelum tidur," kata dr. Erny.

Adapun gejala insomnia meliputi mesulitan memulai tidur pada malam hari. Sering terbangun di tengah malam dan sulit kembali tidur. Bangun terlalu pagi tanpa rasa segar. Kelelahan dan kantuk di siang hari. Sulit berkonsentrasi, mudah lupa, hingga sakit kepala.

"Dampak insomnia tidak boleh diabaikan. Gangguan tidur yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti stroke, serangan jantung, dan obesitas. Selain itu, insomnia juga memengaruhi kesehatan mental, memicu gangguan kecemasan, depresi, hingga penurunan kinerja dan daya ingat," ujarnya. (DODI/Y)