SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur diimbau untuk waspada terhadap kemunculan ular dan hewan berbahaya lainnya selama musim hujan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Disdamkarmat) setempat mencatat 20 ular yang tertangkap selama bulan November, dengan sebagian besar ular memasuki pemukiman warga.

"Mungkin karena pengaruh cuaca saat ini sudah mulai musim hujan. Kami mewaspadai kecenderungan ini karena di wilayah lain pun sudah banyak ditemukan fenomena serupa," ujar Kasi Disdamkarmat, Heri Wahyudi, Kamis, 12 Desember 2024.

Sebagian besar ular yang tertangkap ditemukan di dekat sungai dan rawa-rawa, tempat yang menjadi habitat alami mereka.  Penangkapan ular tersebut  berdasarkan laporan warga yang tinggal di kawasan tersebut. 

Disdamkarmat Kotawaringin Timur telah siap siaga 24 jam untuk merespons laporan warga terkait kemunculan ular dan hewan berbahaya lainnya. 

"Kalau ada menemukan ular atau hewan lainnya silahkan hubungi kami, kami standby 24 jam," tegasnya. 

--page

Disampaikan ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar ular tidak masuk ke rumah, mulai dari menutup celah atau lubang di rumah, merapikan barang yang menumpuk, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. 

Lanjutnya, musim hujan memang menjadi waktu yang tepat bagi ular untuk keluar dari sarang mereka dan mencari tempat yang lebih hangat dan aman. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap keberadaan ular di lingkungan tempat tinggal. 

"Jika ada yang menemukan ular atau hewan berbahaya lainnya, segera hubungi Disdamkarmat Kotawaringin Timur. Tim kami siap membantu untuk mengevakuasi hewan tersebut dengan aman," pungkasnya. (DEVIANA/Y)