BORNEONEWS, Palangka Raya -  Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) harus melanjutkan pembahasan tentang otonomi khusus Kalimantan. Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran sempat menggaungkan tuntutan agar semua provinsi di Kalimantan diberikan otonomi khusus (Otsus) oleh pemerintah pusat. Gubernur minta MADN tampil membawa tuntutan tersebut di setiap kesempatan termasuk membawanya ke Jakarta.

“Setiap waktu dan acara, MADN harus gaungkan kembali masalah otsus tersebut,supaya terus menguat. Itu harus terus digelorakan, termasuk masalah keberpihakan anggarannya bagi kalimantan bagaimana,” ungkap Gubernur Sugianto kepada Borneonews, Selasa (13/9/2016).

Kepada organisasi masyarakat adat khususnya di Kalteng, Sugianto juga menggebu agar bersama-sama seia-sekata dalam perjuangan masalah anggaran. Ini perlu dilakukan agar tidak lagi ada ketidakadilan pembagian kue pembangunan yang selama ini terus terjadi. Dalam bahasa gubernur muda ini, “gunakan energi dalam diri gubernur untuk semaksimal mungkin meraih kesejahteraan dan keadilan”

“Gunakan energi pada gubernur semaksimal mugnkin, karena gubernur sangat memegang kebijakan besar menurut UU 23. Saat ini Otonomi ada di pundak gubernur, bukan lagi bupati. Yang kita inginkan, kebijakan yang begitu besar ini harus dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Sementara terpisah Sektretaris MADN, Yakobus Kumis menegaskan pada pertemuan di Pontianak, seluruh komponen masyarakat adat dayak yang ada di kalimantan meminta agar semua provinsi di Kalimantan menuntut otsus. Ia mengungkapkan, pihaknya akan membawa tuntutan ke Jakarta.

“Mengapa? Karena selama 35 tahun kami di provinsi di Kalimantan ini tidak diperhatikan, dianaktirikan, tidak diberi peluang dan kesempatan, tidak diberi jatah kue, padahal sebagai penghasil devisa negara, penghasil sumber daya yang terbesaruntuk membangun indonesia. Tapi yang kami dapatkan adalah sisa sisanya sehingga tidak mampu membangun daerah,” ujar Yakobus.

“Karena itu konsep pembangunan ini, tolong tidak didasarkan rasio jumlah penduduk. Tetapi berdasarkan kebutuhan terutama. Banyak daerah di kalimantan ini tidak ada listrik,tidak ada jalan, dan sebagainya,” tuntutnya. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).