BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat Kobar melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) menggelar Operasi Pasar (Pasar Murah) menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024.
Operasi Pasar Murah tersebut, pemerintah daerah telah mensubsidi sebesar Rp 130.000 sehingga masyarakat hanya membayar sebesar Rp 20.000 dengan bahan pokok berupa beras 5 kilogram, gula 2 kilogram dan minyak 2 liter.
Sebelumnya operasi pasar murah telah dimulai sejak 9 Desember lalu di Kecamatan Arut Utara dengan menyalurkan sebanyak 1.500 paket sembako. Kemudian, pasar murah dilanjutkan di Kecamatan Arut Selatan yang sekaligus diserahkan secara simbolis oleh Pj Bupati Kobar, Budi Santosa.
"Ini sudah kita rencanakan jauh-jauh hari dan biasanya harga-harga bahan pokok ini menjelang natal dan tahun baru akan naik, operasi pasar ini untuk mengendalikan inflasi, tetap kita jaga inflasi di Kabupaten Kotawaringin Barat," ujar Budi Santosa, Jumat, 13 Desember 2024..
"Kabar yang paling menggembirakan dari saya, masih ada kira-kira 1 miliyar anggaran saya ini mau saya keluarkan akhir tahun ini, mungkin memperluas bantuan kepada saudara kita ya, akan kita bantu," tambahnya.
Menjelang Nataru 2024 ini, operasi pasar murah penyaluran bantuan sembako dibagikan kepada 6 kecamatan se-Kobar. Mulai dari Kecamatan Arut Selatan sebanyak 2.000 paket sembako, Kecamatan Kumai 1.000 paket.
Kecamatan Pangkalan Banteng 1.250 paket, Kecamatan Kotawaringin Lama 1.250 paket dan Kecamatan Pangkalan Lada 684 paket sembako sehingga total paket yang disalurkan sebanyak 7.984 paket bahan pokok.
"Kita harap ke depannya kita tambah anggaran lagi biar merata (agar warga lainnya yang membutuhkan dapat bantuan subsidi paket sembako juga) warga yang kita bantu semakin banyak," ujarnya. (NURITA/j)









